10 alasan bermain musik



Bertolak belakang dengan postingan saya yang terdahulu 10 alasan TIDAK bermain musik , kini saya akan membahas alasan saya bermain musik.

10.Musik itu mudah

Dalam musik anda tak perlu belajar theorema phytagoras ataupun algoritma. Dan anda tidak perlu menghafal semua pasal dari undang-undang dasar 1945. Anda tinggal mengacak-acak nada sesuka hati anda. Tak ada rumus yang harus dihafal. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar.

9.Gaji yang menjanjikan

Anda bisa mendapat uang bermilyar-milyar dengan mudahnya hanya dengan mengacak-acak 8 buah nada dan mempublikasikannya.

8.Obat sakit hati

Musik adalah obat paling manjur apabila anda sedang merasakan sakit hati yang anda alami ketika anda sedang putus cinta.

7.Meningkatkan produktivitas

Anda bisa melupakan kepusingan yang ada di benak anda ketika anda harus mengerjakan tugas yang sangat banyak. Alhasil,otak anda bisa fresh dalam sekejap mata hanya dengan musik dan anda bisa kembali beraktifitas dengan semangat.

6.Tidak perlu berfikir keras tapi hasil tetap maksimal


Seorang pegawai di suatu perusahaan harus bekerja terus-menerus di ruangannya yang sangat penat. Setiap hari selalu ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan.Dan mereka begitu kecewa dengan gaji yang sama setiap bulannya.
Sedangkan seorang musisi hanya jalan-jalan berkeliling desa. Menghirup udara segar sambil bersenandung. Ketika ada inspirasi,ia akan menumpahkannya di secarik kertas kecil dan bersenandung lagi. Ia baru saja membuat sebuah lagu. Beberapa minggu kemudian,uang ratusan juta ia terima di rekeningnya. Lalu ia akan kembali berkeliling desa sambil bersenandung.

5.Modal niat sudah lebih dari cukup

Apabila anda ingin menjadi pegawai suatu perusahaan,maka anda harus sekolah yang serius. Kenapa? Karena suatu perusahaan selalu pilih-pilih, suatu perusahaan hanya menerima orang yang cerdas. Orang bodoh tak punya tempat.
Tetapi apabila anda ingin menjadi musisi, mudah saja. Anda tak perlu sekolah tinggi dan menghabiskan biaya yang besar,anda tak perlu jadi juara,anda hanya perlu niat yang kuat.

4.Open source

Musik terbuka untuk siapa saja. Musik tidak pandang bulu. Siapa saja boleh belajar musik,dari anak kecil sampai manula,dari wanita sampai pria,dari orang kaya sampai orang miskin.... siapa saja boleh hidup di dunia musik.

3.Musik itu gratis

Apabila anda tidak punya biaya,anda hanya tinggal menjadi anggota “sahabat inspiratif”. Anda tinggal stay update di blog ini dan tunggu saya memposting ‘music lesson’

2.Dikagumi banyak orang


Ini yang paling asik. Apabila sudah sukses bermain musik,anda akan merasakan betapa serunya punya penggemar dan anda akan punya fanpage sendiri. Seru kan?

1.Tinggal pilih

Yup,anda tidak akan merasakan susah jodoh. Dengan bermain musik,anda sudah menambah daya tarik lawan jenis. Tinggal pilih-pilih deh....hehe  :D

Itulah yang saya rasakan selama belasan tahun bermain musik. Tertarik untuk bermain musik juga? Stay up to date ya! Salam Sahabat Inspiratif !!
baca selengkapnya...

10 alasan TIDAK bermain musik


Saya bukanlah orang yang begitu tergila-gila pada musik sehingga begitu membela musik. Saya juga tahu apa saja kelemahan musik,dan saya akan memberitahukannya kepada kalian para sahabat inspiratif  sebagai pertimbangan sebelum belajar bermain musik:

10.Musik seperti rokok

Sekali anda mencoba pasti ketagihan dan anda akan terus mendalaminya seumur hidup anda. Di beberapa sisi ini adalah hal positif. Tetapi di beberapa sisi,ini juga merupakan hal yang negatif.

9.Banyak saingan


Jangan salah,begitu banyak orang yang mendalami musik sehingga anda harus terjerumus dalam persaingan dunia musik yang begitu berat.

8.Alat musik mahal

Ini adalah alasan teman-teman saya yang enggan belajar musik. Memang sih, pada kenyataannya alat musik bisa mencapai jutaan rupiah. Tetapi nanti saya akan membahas tentang bagaimana cara menyiasati harga alat musik yang begitu mahal.

7.Musik membuat anda manja


Pada kenyataannya hal ini memang benar. Apabila anda terjun ke dunia musik,hidup anda akan berubah. Mungkin hampir disetiap saat anda akan mendengarkan musik melalui handphone anda,dikala anda sedang bosan anda akan mendengarkan musik lagi,dikala anda sedang sedih maka anda akan mendengarkan musik lagi...secara tidak sadar hidup anda semakin diperdaya.

6.Musik membuat anda malas


Inilah yang paling saya rasakan. Musik akan membuat anda bermalas-malasan sepanjang hari. Secara tidak sadar,produktivitas anda akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu.

5.Musik itu rumit


Ini adalah ucapan teman saya yang sudah 4 tahun belajar musik di salah satu sekolah musik ternama di Bandung. Pada kenyataannya musik itu mudah apabila dengan niat yang kuat,tetapi kalau anda sekolah musik dipaksa orang lain.....anda akan kesulitan. Nanti saya akan membahas tentang perbandingan kerumitan pembelajaran musik yang otodidak dengan yang sekolah musik.

4.Musik akan habis termakan waktu

Pernahkah anda mendengar orangtua anda bernyanyi? Apakah yang ada di benak anda? Ya, lagu jadul yang terdengar asing. Itu karena dari masa ke masa manusia memiliki selera musik yang semakin tinggi. Itulah beban para musisi,mereka harus membuat musik yang sesuai dengan selera musik konsumen dan harus sesuai zaman. Setelah para musisi bersusah payah membuat musik, dalam beberapa bulan lagu itu akan dianggap ‘basi’ dan para musisi itu harus kembali bersusah payah membuat lagu lagi. Capek kan?

3.Musik harus dilatih terus-menerus


Waktu umur 10 tahun saya berhenti sejenak bermain piano. Alhasil 3 bulan kemudian ketika saya disuruh bermain piano kembali, jari-jari saya serasa sudah menjadi batu,sudah tidak lincah lagi. Dan akhirnya saya mengulang dari awal lagi.

2.Sulit mendapat restu dari orang tua


Hal ini tentu tidak akan dirasakan orang yang sudah dewasa. Ini adalah hal yang paling tragis (menurut saya). Banyak orang tua yang melarang anaknya bermain musik karena orang tua selalu berfikir bahwa bermain musik hanya untuk hiburan. Padahal musik bisa menghasilkan uang.

1.Musik itu buta


Inilah yang paling saya rasakan. Ketika bermain musik saya seringkali melupakan ibadah,lupa makan,lupa tidur.....wah....inilah yang akan terjadi kalau anda sudah begitu jatuh cinta dengan musik. Bahkan saya bisa menjamin anda akan lupa akan kekasih anda sendiri  :D

Inilah beban yang saya rasakan ketika belasan tahun hidup bersama musik yang patut jadi pertimbangan anda sebelum belajar bermain musik. Posting berikutnya saya akan membahas kebalikan dari postingan ini: alasan-alasan saya untuk bermain musik. Stay update ya !
baca selengkapnya...

Hati-hati dalam menyebut " GAN " !


Dari judulnya saja sudah terdengar sedikit konyol. Ya,sebutan kata "GAN" sudah begitu familiar di telinga para kask*ser. Meski saya sendiri bukan seorang kask*ser,tetapi saya juga rajin dalam menyabut rekan saya dengan panggilan "gan".

Suatu saat saya memanggil teman saya dengan sebutan "gan!". Tidak tahu kenapa,dia tiba-tiba marah. Loh? Apa yang salah? Setelah kejadian konyol itu,saya browsing di internet dan mencari tahu apa penyebabnya. Dan hasilnya ..... nothing.

Cuma sedikit pengetahuan yang saya dapat. Kata "Gan" atau "Agan" itu sebetulnya diambil dari sebutan JURAGAN. Saya juga tidak tahu kenapa kata "juragan" disebut-sebut terus di kask*s,mungkin saja kask*s dulunya adalah tempat nongkrongnya para juragan minyak tanah sembari menunggu setoran dari anak buahnya....hehehe :D

Karena hanya itu yang saya dapat dari internet,akhirnya saya menemui teman saya itu dan meminta maaf karena telah sembarangan memanggil nama orang. Sambil nongkrong bareng di sebuah kafe,saya menanyakan permasalahan konyol yang mengganjal terus di kepala saya.

(A=saya             B=teman saya)

A: "kenapa sih nggak mau dipanggil 'gan'?"

B: "orang tua gue udah susah payah bikinin nama buat gue. Lah,elu dengan enaknya manggil gue 'gan'...."

A: "Tapi elu kan kask*ser,di kask*s pasti elu biasa dipanggil 'gan' kan?"

B: "Ya itu di kask*s, di sana gue kask*ser. Orang mau manggil gue 'gan' kek, orang mau manggil gue 'bro' kek, terserah dah.... tapi di dunia nyata, gue itu tetep gue"

A: "Tapi kata 'gan' tu udah jadi mayoritas,apa salahnya?"

B: "Mayoritas? Jadi, kalo mayoritas orang-orang pada ngomong anj*ng gobl*k,  lu bakal ngikutin? Gitu? Elu harus bisa nyaring budaya,mana yang bagus dan mana yang nggak. Kita orang Indonesia,pake dong bahasa Indonesia yang bener. Kalo di Internet sih,terserah dah. Disana kita kan bebas berekpresi. Tapi kalo di dunia nyata, elu harus jadi elu sendiri."

A: "lha,kenapa kata 'gan' disama-samain ama anj*ng gobl*k? 'Gan' itu cuma singkatan dari juragan....ya kan?"

B: "lu tau gak juragan itu apaan?orang yang kerjaannya cuma duduk di teras rumah sambil nunggu sore. Pas udah mau maghrib,dia ngambil uang hasil kerja keras orang lain. Dan gue gak suka disama-samain ama orang kayak gitu."

Wow,luar biasa. Saya berdecak kagum. Benar juga, kasihan orang tua kita sudah bersusah payah menciptakan nama untuk kita agar berbeda dengan orang lain. Tidak sepantasnya kita dipanggil / memanggil kata 'juragan' di dunia nyata. Kalau di dunia maya kita bebas berekpresi. kita bisa menyebut kata 'gan' dimana-mana. Tetapi di dunia nyata, kita adalah kita. Jangan sembarangan menyebut 'gan'

Saya tidak bermaksud membuat kask*ser sakit hati, saya hanya ingin sedikit mengkritik kalau para kask*ser terlalu egois. Mereka menggunakan bahasa-bahasa (yang biasa mereka gunakan di kask*s) di sembarang tempat. Dan sebetulnya hal ini membuat orang-orang seperti saya (yang bukan kask*ser) kebingungan. Gunakanlah bahasa awam dan dimengerti orang banyak. Meskipun anda seorang kask*ser sejati. Saling menghargai lah,tokh pada kenyataannya tidak sedikit orang Indonesia yang marah ketika dipanggil 'gan'

Semoga bermanfaat, jangan tersinggung ya .... kask*ser atau bukan, we are friends  ^^
baca selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sumber Inspirasi. Theme images by AndrzejStajer. Powered by Blogger.