Kesalahan-Kesalahan dalam Bekerja yang Tidak Kita Sadari



Ya, saya bingung ingin memberi judul apa, jadi ... saya beri judul seperti di atas. Artikel ini akan menjawab beberapa email 'curhatan' dari beberapa Sahabat Inspiratif yang mengalami masalah dengan karirnya.

Manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan. Seperti kata pepatah 'Tak ada gading yang tak retak', manusia tidak ada yang sempurna. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengubah kesalahan tersebut menjadi sebuah pelajaran berharga di masa depan sehingga kita tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama.

Syukur apabila kesalahan itu disadari. Lha, kalau tidak? Ingat, menyesali kesalahan memang terasa pahit, tetapi melakukan kesalahan yang tidak kita sadari itu berbahaya.

Nah, pada artikel kali ini, saya ingin berbagi pada Anda tentang kesalahan-kesalahan yang tidak Anda sadari dalam dunia kerja. Apa sajakah kesalahan-kesalahan itu?

1. Bekerja Keras, tapi Tidak Memantau Proses

Poin ini banyak juga yang menyebut 'Hard working, but 0% progress'. Ya, jika Anda merasa sudah bekerja keras tetapi tidak merasakan prosesnya dan tidak merasakan hasil yang setimpal, merenunglah sejenak!


Penyebab: Ada banyak penyebab untuk poin ini. Bisa saja Anda terlalu ambisius dalam melakukan suatu pekerjaan sehingga tidak prosesnya tidak terpantau, bisa juga karena cara bekerja Anda yang salah, atau mungkin karena alasan lain.

Dampak: Apabila dibiarkan seperti ini, kerja keras Anda sama saja dengan sia-sia. Akibatnya Anda akan cepat merasa lelah dan jenuh dalam bekerja.

Solusi: Luangkan waktu sejenak untuk merenung dan berpikir mengapa hasil yang Anda dapatkan tidak seimbang dengan kegigihan dan kerja keras Anda. Evaluasi diri adalah jalan terbaik pada poin ini.

2. "Aduh, saya banyak pekerjaan ... saya tidak punya waktu untuk bersosial ..."

Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup di dunia ini tanpa ada orang lain. Bayangkan apabila di dunia ini hanya ada diri kita sendirian. Pasti kita tak akan kuat hidup lebih lama. Ketika kita bersedih, tak ada yang memotivasi. Jika kita sakit, tak ada yang merawat. Jadi, bersosial itu penting. Bahkan sangat penting.

Jika kata-kata seperti poin nomor 2 ini sudah mulai terlontar dari mulut Anda, merenunglah sejenak!

Penyebab: Aktivitas Anda terlalu banyak.

Dampak: Anda akan mudah stres karena terlalu lama tenggelam dalam kesibukan pekerjaan.

Solusi: Coba lirik agenda Anda. Jika aktivitas Anda dari hari minggu sampai sabtu dipenuhi oleh pekerjaan, maka Anda harus menata ulang aktivitas Anda.

Buatlah skala prioritas. Pekerjaan yang tidak terlalu penting harus Anda tinggalkan atau Anda dedikasikan kepada orang lain. Dengan begitu, Anda akan memiliki waktu luang lebih banyak dan waktu luang tersebut dapat Anda gunakan untuk sekedar bercanda dengan rekan-rekan Anda atau mungkin lari pagi bersama keluarga.

3. Memulai Banyak Pekerjaan Sekaligus tetapi Tak Ada Satupun yang Selesai

Mungkin Anda pernah atau mungkin sedang merasakan hal yang satu ini: pekerjaan banyak, tetapi tak ada satupun yang selesai. Bagaimana rasanya? menyebalkan bukan? Nah, sebenarnya hal ini juga merupakan kesalahan dalam bekerja. Maka dari itu, merenunglah sejenak!


Penyebab: Tidak berani mengatakan 'tidak' ketika diberikan pekerjaan di atas pekerjaan, tidak mampu memanajemen waktu dengan baik, dapat juga disebabkan oleh faktor kemalasan.

Dampak: Anda akan sulit maju.

Solusi: Ukurlah kemampuan diri Anda sendiri. Jika Anda diberikan pekerjaan, pikir matang-matang sebelum menerimanya. Apakah Anda sedang banyak pekerjaan di lain tempat? Apakah gajinya seimbang dengan apa yang Anda kerjakan? Apakah Anda mampu mengerjakannya?

4. Cenderung Memilih Jalur Teraman, Termudah, dan Tercepat

Ini juga sebuah kesalahan. Dalam bekerja, Anda harus berani mengambil risiko dan tantangan agar pengalaman Anda semakin banyak dan agar karir Anda lebih cepat naik. Jika Anda cenderung enggan mengambil risiko, merenunglah sejenak!


Penyebab: Tidak mau mengambil risiko, tidak mau menerima tantangan, tidak mau bergerak maju.

Dampak: Karir Anda akan diam di tempat.

Solusi: Belajarlah mengambil risiko dalam bekerja. Karena tak ada risiko yang lebih besar ketimbang tidak mengambil risiko. Namun, jangan mengambil pilihan yang terlalu bodoh.

5. Tidak Mau Mendelegasikan Pekerjaan

"Untuk apa cari asisten? Saya bisa bekerja sendiri."

Sekiranya begitulah ucapan dari beberapa kenalan saya yang sudah mulai bekerja. Dan kenyataannya sampai saat ini mereka semua belum ada yang sukses dalam bekerja. Ya, bekerja tanpa asisten itu ibarat menunggangi kuda yang tak berkaki. Beban ditanggung kaki sendiri, mau maju pun sulit. Jika Anda termasuk orang yang tidak mau mendelegasikan pekerjaan, merenunglah sejenak!


Penyebab: Terlalu percaya diri.

Dampak: Anda akan sulit maju.

Solusi: Mulailah berpikir untuk mendelegasikan beberapa pekerjaan Anda. Sebab dengan mendelegasikan pekerjaan Anda, berarti Anda akan memiliki kesempatan untuk mengerjakan hal lain yang lebih menguntungkan.

6. Plin-Plan

Bekerja dengan giat, kemudian malas lagi, kemudian giat lagi, kemudian malas lagi. Ah ... apa yang Anda tuju jika Anda seperti itu? Merenunglah sejenak!


Penyebab: Anda tidak punya tujuan dalam hidup.

Dampak: Anda tidak akan pernah sukses. Sebab tak ada satupun orang sukses yang plin-plan dalam bekerja.

Solusi: Tegaskan diri Anda. Tentukan tujuan Anda dalam hidup, lalu kuatkan tekad untuk mengejarnya. Dan jangan lupa, berdoa.

 

Demikianlah artikel saya kali ini. Artikel yang cukup panjang, tetapi mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menginspirasi Anda untuk menjadi pribadi yang mampu menggapai karir yang lebih baik. Aamiin.

0 komentar:

Post a Comment

Ada tambahan? Atau ada sanggahan? Silakan utarakan :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sumber Inspirasi. Theme images by AndrzejStajer. Powered by Blogger.