Think Again - Taubat



Semingu yang lalu, saya dan teman-teman saya mendapatkan tugas kuliah. Tugasnya adalah menggambar belasan objek yang sangat melatih ketelitian mata dan melatih tangan untuk menarik garis. Seperti biasa, asisten dosen kami meminta kami untuk menggambar dengan rapi. Kerapihan yang sempurna ....

Satu minggu kemudian, pukul 09.00, semuanya panik. Tenggat waktu pengumpulan tugas adalah hari ini pada pukul 11.00. Berarti, kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk memoles pekerjaan kami.

Saat itu pekerjaan saya sudah selesai. Itu artinya, saya hanya tinggal menunggu kedatangan asisten dosen saya pada pukul 11 nanti. Sembari menunggu, saya mengobrol dengan rekan-rekan sekampus saya. Karena saya tidak memiliki izin untuk menyebutkan namanya di sini, maka anggap saja namanya Ana.

Ana ini adalah penderita mata silindris. Gambarnya sering dihina dosen karena dianggap buruk dan tidak sesuai perintah. Tetapi sepertinya, sekarang ia sudah berubah.

Saya: "Wah, sekarang gambar kamu rapi banget. Kemarin-kemarin kan gambar kamu miring-miring gak jelas terus."

Ana: "Iya, minggu kemarin aku pergi ke dokter, cangkok mata. Sekarang ngeliat apa-apa jadi lebih jelas, gak 'goyang-goyang' lagi."

Saya: "O ... Syukurlah. Berarti sekarang gak akan dapet nilai C lagi dong?"

Ana: "Mudah-mudahan sih enggak. Aku kan udah ngeluarin uang jutaan rupiah buat cangkok mata. Ditambah lagi beli obat tetes mata buat perawatan, 500 ribu perbotolnya. Terus gara-gara tugas ini aku tuh 3 hari terakhir ini tidurnya Cuma 3 jam. Gambar aku tuh salaah terus, jadi aku ulangi terus sampe gambarnya serapi ini."

Saya berdecak kagum. Upaya yang tidak biasa.

2 jam kemudian ....

Asisten dosen kami datang dengan membawa daftar nilai. Semua mahasiswa langsung berhenti menggambar dan langsung duduk rapi menunggu penilaian satu persatu.

Asisten Dosen Kami: "Ana, bawa gambar kamu sini!"

Ana tidak ada. Sepertinya ia sedang berada di toilet.

Asisten Dosen Kami: "Ini gambarnya Ana?" *menunjuk ke kertas gambar milik Ana*

Semua diam saja. Beliau langsung mengambil kertas tersebut dan menilainya.

Ana mendapatkan nilai C.

Tak lama, asisten dosen kami selesai menilai gambar semua mahasiswa. Beliau langsung kembali ke ruangannya.

Kemudian Ana datang. Ia lantas melihat kertas gambarnya.

Ana: "Lho, punya aku udah dinilai?"

Semua diam saja. Ana pun diam sejenak.

Ia langsung menangis di kursinya ....

****


Saya percaya, Anda pasti pernah mengalami hal yang sama di masa sekolah. Anak yang pandai kesalahannya selalu dimaafkan, sedangkan anak yang bandel kesalahannya selalu diungkit-ungkit.

Mengapa bisa begitu? Saya akan jelaskan.

Otak kita bekerja secara skematis. Skematis berasal dari bahasa Indonesia, skema yang artinya gambaran umum terhadap sesuatu.

Jadi, secara otomatis, ketika kita pertama kali melihat seseorang maka yang kita ingat adalah gambaran umum alias hal yang paling menonjol dari orang tersebut. Misalnya, jika bertemu orang yang sangat gemuk, maka kita akan mengingat betapa gemuknya orang tersebut. Mengapa? Karena hal yang paling menonjol dari orang tersebut adalah ukuran tubuhnya.

Nah, skema tersebut dapat diibaratkan pensil yang digoreskan pada kertas gambar. Ketika bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, berarti diibaratkan "kertas gambar" di otak kita masih bersih lalu tergores pensil untuk pertama kalinya. Goresan pertama tersebut akan melekat lebih kuat ketimbang goresan berikutnya.

Lalu, misalnya saja Anda bertemu kembali dengan orang yang gemuk tersebut. Tetapi kali ini bobot tubuhnya sudah turun 20 Kg. Apakah otak Anda akan menerima bahwa orang tersebut sudah lebih kurus? Tidak. Otak Anda akan protes.

Apa yang terjadi pada otak kita? Ada 2 kemungkinan, yaitu memunculkan perasaan aneh, atau mengabaikan perubahan tersebut.

Nah, inilah yang terjadi pada teman saya. Di otak asisten dosen kami sudah tersimpan "skema" bahwa Ana adalah anak yang gambarnya selalu buruk. Akibatnya, ketika Ana menggambar dengan baik, otak asisten dosen kami mengabaikannya, lalu menganggap bahwa gambar Ana tidak mengalami perubahan.

Hmm ... Penjelasan saya kali ini cukup mendalam dan teoretis ya?

Tetapi sebenarnya dari penjelasan panjang tersebut, yang ingin saya sampaikan hanyalah satu hal:


"Kesan pertama itu ada, dan kesan pertama sangat memengaruhi derajat Anda di mata orang lain. Maka berhati-hatilah dalam bertingkah laku."

Think Again - Sayoga R. Prasetyo


Ya, itu juga menjadi alasan logis mengapa secara naluriah kita selalu bertingkah sopan ketika kali pertama bertemu seseorang.

Lalu, bagaimana dengan orang yang sudah terlanjur terlihat buruk di mata orang banyak seperti kasus Ana? Apakah mereka tidak bisa bertaubat?

Akan saya lanjutkan teorinya.

Sekarang coba Anda bayangkan kertas yang sudah penuh dengan corat-coret dan gambar yang buruk. Bagaimana caranya agar kita bisa menggambar sesuatu yang baru di halaman tersebut?

Menghapusnya? Tidak mungkin. Otak manusia tidak memiliki kemampuan untuk menghapus memori.

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

Ya, gunakan pensil yang lebih tebal. Atau Anda juga boleh menggunakan pensil biasa, tetapi tarik garis secara berulang-ulang agar menjadi tebal.

Nah, itulah yang harus kita lakukan jika ingin memperbaiki citra kita di depan orang banyak.

Muncullah sebagai pribadi baru yang benar-benar luar biasa, sehingga orang percaya bahwa Anda benar-benar sudah berubah.

Atau,

Muncullah sebagai pribadi yang lebih baik, tetapi sering-seringlah berkomunikasi dengan orang banyak. Sehingga "skema" buruk yang tersimpan di kepala mereka lama-kelamaan berubah.

Bagaimana jika orang tidak mau menerima perubahan kita?

Berarti "goresan pensil" di kepala orang tersebut sudah sangat tebal. Artinya, Anda harus bisa membuat "goresan" yang lebih tebal lagi. Pertahankan perubahan Anda, dan teruslah bersosial.

Jadi, tidak ada alasan untuk takut berubah. Karena mengubah sikap akan membuat kita paham sifat apa yang buruk bagi kita dan sifat apa yang baik bagi kita. Dan dengan mengubah sikap, kita akan paham bahwa perilaku-perilaku baik akan membuat kita mendewasa dengan bijaksana.


Jadi, apakah Anda masih takut untuk berubah? Think Again.
baca selengkapnya...

3 Mitos Tentang Cokelat yang Sudah Sepatutnya Tidak Anda Percayai Lagi



Cokelat adalah jenis makanan yang paling disukai di seluruh dunia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa semuanya suka cokelat. Rasanya yang enak dan efeknya yang merilekskan pikiran menjadi salah satu alasan mengapa orang suka sekali dengan makanan yang satu ini.

Namun, ada saja orang yang berprasangka negatif karena mereka mempercayai mitos-mitos di kalangan masyarakat luas. Oleh karena itu, sekarang saya akan jelaskan 3 mitos tentang cokelat yang seharusnya tidak Anda percaya lagi.

1. Cokelat menyebabkan Sakit Kepala

Banyaknya kasus sakit kepala usai mengonsumsi cokelat menyebabkan banyak orang percaya akan mitos yang satu ini. Cokelat memang mengandung senyawa tiramin yang memiliki dampak menyempitkan pembuluh darah. Tetapi, hal ini tidak akan menyebabkan sakit kepala pada orang yang normal. Sakit kepala usai mengonsumsi cokelat hanya akan terjadi pada orang yang jarang berolahraga, memiliki penyakit darah tinggi, memiliki penyakit kolesterol, atau yang memang memiliki alergi terhadap cokelat.

2. Cokelat Tidak Ada Manfaatnya

Mitos yang satu ini juga sudah sebaiknya tidak Anda percayai lagi. Mengapa? Karena memang sudah terbukti bahwa cokelat mengandung berbagai kandungan yang bermanfaat bagi tubuh kita. Untuk mendapatkan info lebih lengkapnya, silakan Anda simak artikel saya yang berjudul Manfaat Mengonsumsi Cokelat.

3. Cokelat Merusak Gigi

Hal ini tidak dapat dibenarkan. Pada pasalnya, kerusakan gigi tidak disebabkan oleh cokelat, tetapi disebabkan oleh penumpukan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Jadi, tidak hanya cokelat yang menyebabkan kerusakan gigi. Asalkan menumpuk di sela-sela gigi, semua makanan bisa berpotensi merusak gigi.


Demikianlah artikel saya kali ini mengenai beberapa mitos cokelat yang sudah sepatutnya tidak Anda percayai lagi. Semoga dapat membuka wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Bahaya Mengonsumsi Cokelat



Beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah artikel berjudul Manfaat Mengonsumsi Cokelat. Seperti yang kita ketahui, cokelat adalah makanan yang lezat dan kaya manfaat. Akan tetapi, benarkah cokelat adalah makanan yang sepenuhnya bermanfaat?

Cokelat ternyata juga memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi di luar batas kewajaran. Apa sajakah dampak negatif tersebut?

1. Menyebabkan Timbulnya Penyakit Jantung

Bukankah cokelat memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung? Ya, tetapi manfaat tersebut hanya didapatkan apabila cokelat dikonsumsi sewajarnya. Faktanya, cokelat mengandung lemak dan gula. Lemak menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah. Sedangkan gula menyebabkan darah mengental. 2 hal ini apabila terjadi pada tubuh kita maka jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

2. Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Masih sesuai dengan poin nomor 1, terhambatnya sirkulasi darah pada tubuh kita menyebabkan darah memompa lebih kencang dari biasanya. Hal ini menyebabkan tingginya tekanan darah pada seseorang.

3. Menyebabkan Diabetes

Diabetes adalah penyakit gula darah yang disebabkan oleh banyaknya makanan manis yang kita konsumsi. Cokelat mengandung banyak gula yang menyebabkan rasanya menjadi manis. Jadi, apabila cokelat dikonsumsi melebihi batas kewajaran, cokelat dapat menyebabkan timbulnya penyakit diabetes.

4. Menyebabkan Obesitas

Cokelat mengandung lemak dengan kadar yang cukup tinggi. Inilah yang menjadi dasar pemikiran mengapa mengonsumsi cokelat dapat menyebabkan kegemukan pada seseorang.


Sebenarnya masih banyak lagi dampak negatif dari makanan yang kaya akan gula dan lemak ini. Namun yang saya jelaskan di atas adalah beberapa dampak yang paling umum saja. Semoga dapat membuat Anda paham betapa pentingnya membatasi makanan yang kita konsumsi, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

10 Tips Meningkatkan Konsentrasi



Konsentrasi atau fokus menjadi salah satu hal penting yang menjadi acuan keberhasilan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan tanpa fokus yang baik maka hasil akhir yang didapatkan tidak akan pernah maksimal.

Tidak hanya tentang pekerjaan. Tanpa fokus yang baik, seseorang juga tidak akan mampu untuk memahami berbagai materi pembelajaran penting. Akibatnya, proses studi seseorang akan terganggu.

Dengan dilatarbelakangi oleh berbagai dampak negatif tersebut, sekarang saya akan memberikan beberapa tips bagaimana caranya meningkatkan konsentrasi Anda.

1. Istirahat

Anda sudah mulai merasakan penat? Anda sudah mulai merasakan kinerja Anda melambat? Beristirahatlah sejenak. Berhenti selama 10 menit di tempat kerja untuk sekedar mengambil air minum atau mengajak bicara rekan kerja adalah cara terbaik. Cobalah menikmati lingkungan sekitar Anda, pandanglah hiruk pikuk keadaan di luar ruangan melalui kaca, hal ini akan membantu otak Anda mengembalikan tenaganya.

2. Buat Batas Waktu

Apakah Anda tahu mengapa setiap perusahaan memberikan batas waktu kepada seluruh staf-stafnya? Ya, batas waktu atau deadline akan membuang sifat malas pada seseorang dan menyebabkan terjadinya peningkatan fokus pada orang tersebut. Hal ini tentu akan menjadi salah satu sarana efektif untuk melatih fokus seseorang, sekaligus memberikan keuntungan kepada perusahaan.

3. Ganti Tugas

Batas maksimum fokus pada manusia adalah 45 menit. Apabila Anda masih mengerjakan hal yang sama selama lebih dari 45 menit, maka hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya penurunan konsentrasi. Jika Anda ingin senantiasa fokus, lakukan pekerjaan lain setelah 45 menit. Setelah itu, Anda boleh kembali ke pekerjaan awal.

4. Lakukan Permainan

Siapa bilang bermain permainan tidak ada gunanya? Bermain catur, sudoku, puzzel, dan sejenisnya terbukti mampu mengembalikan fokus seseorang yang sedang hilang. Tetapi, bermain permainan terlalu lama juga tidak baik karena dapat menghabiskan energi Anda. Jadi, bermainlah dengan durasi yang wajar.

5. Hindari Stres

Stres dapat menjadi salah satu pemicu menurunnya kemampuan fokus seseorang. Mengapa? Karena orang yang sedang stres cenderung melamun dan memikirkan masalahnya ketimbang memikirkan apa yang sedang ia kerjakan. Hal ini menyebabkan  tugas-tugas yang ada di hadapannya tidak bisa diselesaikan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

6. Tidur

Tidur singkat menjadi solusi berikutnya apabila berhenti bekerja sejenak tidak bisa mengembalikan fokus Anda. Tubuh yang berada dalam kondisi rileks dapat membantu otak dan tubuh mengembalikan fokus dan energinya seperti semula.

7. Kurangi Konsumsi Karbohidrat

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Kadar gula darah yang meningkat dapat menyebabkan terjadinya pengentalan darah sehingga aliran darah melambat. Lambatnya peredaran darah dapat menyebabkan otak kita kekurangan oksigen. Jika otak kita kekurangan oksigen maka fokus kita akan menurun dan kita akan merasakan kantuk.

8. Meditasi

Meditasi adalah melakukan relaksasi dengan cara mengatur pernapasan. Melakukan meditasi dapat membantu pikiran menjadi rileks dan dapat membantu otak mengembalikan kemampuan fokusnya.

9. Olahraga

Berolahragalah selama 30 menit perhari. Olahraga dapat membantu memperlancar aliran darah sehingga dapat dipastikan asupan oksigen ke otak menjadi lebih maksimal. Apabila otak kaya akan oksigen, maka  kemampuan fokus pun akan meningkat.

10. Sarapan

Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal sarapan sangat memengaruhi kemampuan fokus seseorang selama satu hari penuh. Sarapan makanan bergizi akan membantu meningkatkan kewaspadaan seseorang dalam melakukan hal apapun.


Demikianlah artikel saya kali ini mengenai beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan fokus. Semoga dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Tips Berhenti Merokok



Berhenti merokok adalah salah satu kendala bagi para perokok. Berbagai alasan dilontarkan mulai dari sulitnya tidak merokok, sudah terlanjur kecanduan, dan berbagai keluhan lainnya. Hal tersebut lazim. Kandungan nikotin pada rokok menyebabkan para perokok merasa ingin merokok setiap saat.

Meski begitu, ada sebagian orang yang berhasil menghentikan kebiasaan merokok. Apa yang mereka lakukan? Mengapa mereka bisa berhenti merokok?

Baik, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu seputar beberapa tips berhenti merokok.

Sebelum Memulai ....

Sebelum memulai, ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan, diantaranya:

  1. Kuatkan Niat

Tentu saja. Kekuatan niat adalah kunci dari kekokohan komitmen yang akan ada jalani. Kuatkan niat bahwa Anda akan berhenti merokok dan memulai hidup baru sebagai pribadi yang menganut gaya hidup sehat.

  1. Beritahu Rekan

Orang-orang di sekitar Anda harus tahu bahwa Anda akan menjalani sebuah komitmen berhenti merokok. Hal ini diperlukan agar muncul dukungan secara psikis dari orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan memberikan Anda kesibukan baru, membantu menghindari para perokok merokok di dekat Anda, serta memberikan sugesti positif terhadap kesehatan Anda.

  1. Tetapkan Waktu

Meski berhenti merokok bukanlah pekerjaan kantor, tetapi Anda tetap membutuhkan deadline alias tenggat waktu. Tenggat waktu akan membuat Anda bersemangat menjalani komitmen yang satu ini.


Memulai ....

Sekarang saatnya Anda mulai menjalani komitmen yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Masih terasa berat? Berikut beberapa tips menjalani terapi berhenti merokok:

  1. Berhentilah Secara Bertahap

Mungkin Anda terbiasa merokok 5 batang perhari. Turunkanlah kadar tersebut setiap minggunya atau setiap bulannya. Dengan begitu, Anda tidak akan merasakan penyiksaan yang terlalu berat pada tubuh Anda.

  1. Hindari Hal-Hal yang Membuat Anda ingin Merokok

Berkumpul dengan perokok dan duduk di dekat etalase rokok adalah beberapa hal yang menyebabkan seorang perokok "teringat" akan rokok. Hal ini akan memicu timbulnya perasaan ingin merokok. Jika Anda sedang menjalani terapi berhenti merokok, hindarilah hal-hal tersebut.

  1. Sibukkan Diri

Mulailah membangun kebiasaan bersepeda menuju kantor setiap hari. Selain menyita waktu, olahraga ringan yang satu ini juga akan membantu Anda melupakan kebiasaan merokok. Tidak suka bersepeda? Anda boleh mencoba berbagai aktivitas rekreasional yang lain.

  1. Minum Air

Minum air putih dapat menjadi salah satu cara untuk menghilangkan perasaan ingin merokok. Air putih mengandung oksigen yang membantu tubuh mengeluarkan racun penyebab munculnya rasa candu.

  1. Terus Berpikir Positif

Teruslah berpikir berbagai dampak positif yang akan Anda dapatkan apabila Anda berhenti merokok. Pikirkan juga berbagai dampak negatif yang akan terjadi pada kesehatan tubuh Anda jika Anda kembali merokok. Kemampuan Anda mengolah pikiran menjadi salah satu aspek penting dalam terapi berhenti merokok.


Berhasil .... ?

Rayakan! Segera rayakan keberhasilan Anda sekecil apapun. Merayakan sebuah proses kerja keras adalah salah satu cara agar Anda mampu bekerja lebih keras lagi.


Gagal .... ?

Tidak perlu depresi. Jika Anda sudah mencoba berbagai tips di atas namun tetap saja gagal, silakan konsultasikan diri pada dokter atau terapis. Penanganan medis adalah cara terakhir agar Anda dapat terbebas dari belenggu tembakau tersebut.


Demikianlah beberapa tips dari saya untuk berhenti merokok. Semoga berhasil, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

21 Manfaat Berhenti Merokok


Rokok memang tidak baik bagi kesehatan kita. Tidak hanya menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, rokok juga menimbulkan banyak dampak negatif psikologis yang mengganggu kehidupan sosial Anda.

Dengan berbagai dampak negatif tersebut, banyak mantan perokok yang mengaku hidupnya lebih baik usai berhenti merokok. Mengapa bisa begitu? Tentu, karena ada banyak hal positif yang akan Anda dapatkan usai berhenti merokok, diantaranya:

1. Menyelamatkan kesehatan orang-orang di sekitar;
2. Jarang terserang penyakit batuk;
3. Mengurangi risiko terjadinya kebotakan;
4. Makanan yang Anda makan akan terasa lebih enak;
5. Tidur terasa lebih nyenyak;
6. Mengurangi anggaran;
7. Menghilangkan risiko kerusakan genetika;
8. Menurunkan risiko cacat janin;
9. Mempercepat kehamilan;
10. Menstabilkan tekanan darah;
11. Mengurangi risiko stroke;
12. Mengurangi risiko radang paru-paru;
13. Menghilangkan suara serak;
14. Memperkuat pernapasan;
15. Menghilangkan bau mulut;
16. Meningkatkan produktivitas;
17. Memutihkan gigi;
18. Menghilangkan stres;
19. Menurunkan risiko kanker;
20. Mencegah penuaan dini;
21. Menghilangkan bau asap pada tubuh.


Demikianlah beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan apabila Anda berhenti merokok. Semoga bermanfaat, salam Sahabat Inspiratif!

baca selengkapnya...

7 Mitos tentang Rokok



Jumlah perokok di Indonesia ternyata mencapai peringkat 3 dunia usai Cina dan India. Angka perokok aktif yang tinggi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa rokok adalah salah satu masalah di Indonesia. Tentu masalah yang satu ini tidak mudah diatasi karena besarnya peran pajak produksi rokok terhadap pembangunan negara.

Tidak hanya itu, pemerintah juga kewalahan menghadapi para perokok aktif karena para perokok aktif selalu memiliki alasan yang kuat untuk terus merokok. Padahal, alasan mereka rata-rata bukanlah fakta, melainkan hanya mitos belaka.

Apa sajakah mitos-mitos tersebut?

1. Merokok itu Macho

Ini adalah alasan yang benar-benar mitos. Banyak orang berkata bahwa merokok itu macho karena memang rata-rata orang yang merokok adalah pria berusia dewasa. Namun sebenarnya, rokok tidak membuat Anda lebih macho, baik secara perilaku maupun secara penampilan. Justru, rokok memiliki efek samping berupa penyakit impotensi yang akan membuat Anda kehilangan label "macho" Anda.

2. Merokok hanya Merugikan Sang Perokok

"Rokok kan hanya berbahaya bagi Si Perokok. Jadi, tidak apa-apa kan saya merokok di sebelah orang yang tidak merokok?"

Pernyataan ini tentu salah. Bagian rokok yang paling berbahaya justru ada pada asapnya. Asap rokok mengandung banyak kandungan yang berbahaya bagi kesehatan kita. Atas dasar itulah mengapa para perokok dilarang merokok di tempat umum. Asap yang dihembuskan Sang Perokok dapat menyebabkan orang-orang di sekitarnya menerima risiko penyakit yang sama dengan orang yang merokok.

3. Merokok itu Aman asal Dibatasi Konsumsinya

Pernyataan yang satu ini juga adalah salah satu mitos. Jumlah rokok yang dibatasi tidak akan mengurangi risiko penyakit yang akan ditimbulkan dari rokok. Orang yang menghisap satu batang rokok perminggu pun tetap memiliki risiko timbulnya berbagai penyakit karena sesedikit apapun kadar nikotin dalam tubuh, pasti berbahaya.

4. Berhenti Merokok dapat Menyebabkan Stres

Apakah pernyataan ini merupakan mitos? Tetapi bukankah memang banyak orang yang merasakan stres ketika berhenti merokok?

Saya tegaskan, ini adalah mitos.

Stres memang terjadi pada orang yang berhenti merokok karena pada saat itu, nikotin dalam tubuh sedang dibersihkan. Namun nantinya, perasaan stres akan hilang dan akan terganti oleh perasaan segar.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan baca artikel saya terdahulu mengenai proses yang terjadi pada tubuh usai berhenti merokok.

5. Mengunyah Tembakau itu Aman

Ada lagi orang yang berkata,

"Saya tidak merokok. Saya membeli rokok hanya untuk dikupas, diambil tembakaunya, lalu saya simpan di mulut seperti sedang mengonsumsi permen. Bukankah itu tidak masalah?"

Ini juga merupakan kesalahan.

Mengunyah tembakau memang tidak merusak bagian dalam tubuh. Namun, mengunyah tembakau dapat merusak bagian mulut. Mengunyah tembakau dapat menyebabkan kanker mulut, kanker faring, dan berbagai kerusakan mulut lainnya.

6. Rokok dengan Label "Light" atau "Mild" adalah Rokok yang Aman

Memang, rokok berlabel "light" atau berlabel "mild" adalah jenis rokok dengan kadar tar dan nikotin yang sedikit. Namun, justru karena hal itu, para perokok jenis ini cenderung menghisap rokok lebih dalam. Apabila rokok dihisap lebih dalam, maka gas karbon monoksida akan terserap tubuh lebih banyak. Akibatnya, risiko penuaan dini dan berbagai penyakit lainnya meningkat.

7. Merokok dapat Diimbangi dengan Gaya Hidup Sehat

Ini adalah mitos terakhir. Gaya hidup sehat seperti apapun tidak dapat menghambat gerakan nikotin mengaktifkan sel-sel kanker. Gaya hidup sehat juga tidak akan mengurangi kadar karbon monoksida dalam tubuh.


Demikianlah artikel saya kali ini mengenai beberapa mitos tentang rokok yang beredar luas di masyarakat. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

5 Kandungan Asap Rokok yang Berbahaya bagi Tubuh


Banyak orang mengira bahwa orang yang akan terserang dampak negatif dari merokok adalah seorang perokok saja. Tetapi sebenarnya, orang yang tidak merokok namun ikut menghisap asap rokok juga akan  menghadapi risiko yang sama. Bahkan lebih parah.

Mengapa bisa begitu? Pada pasalnya, faktor penyebab munculnya penyakit pada perokok bukan pada rokoknya, tetapi pada asapnya. Jadi, meskipun Anda tidak merokok, selama Anda sering menghirup asap rokok maka Anda tetap akan menghadapi berbagai risiko penyakit di masa depan.

Sebenarnya, kandungan apa saja yang menyebabkan asap rokok begitu berbahaya?

1. Zat Iritan

Zat iritan ini adalah sebuah zat yang memiliki dampak menghilangkan kelembaban. Apabila zat iritan ini masuk ke saluran pernapasan kita, maka dinding saluran tenggorokan dan alveolus akan mengalami kekeringan. Apabila hal ini terjadi, maka akan memudahkan kuman dan bakteri masuk dan menginfeksi saluran pernapasan. Maka terjadilah batuk dan gangguan pernapasan lain.

2. Zat Karsinogen

Zat ini sangat populer di kalangan masyarakat. Ya, zat karsinogen adalah sebuah zat yang memicu aktifnya sel-sel kanker yang berada di tubuh kita. Maka tidak aneh apabila seorang perokok memiliki risiko terserang kanker lebih tinggi ketimbang orang yang nonperokok.

3. Gas Karbon Monoksida (CO)

Gas karbon monoksida sebenarnya adalah gas yang berasal dari pembakaran kendaraan bermotor yang tidak sempurna. Namun ternyata gas ini juga terkandung pada asap rokok. Apa dampak negatif yang terjadi apabila gas tersebut masuk ke tubuh kita?

Hal pertama yang akan terjadi apabila kita menghirup gas karbon monoksida adalah terjadinya penurunan kadar oksigen pada tubuh kita. Hal ini disebabkan karena gas karbon monoksida lebih cepat terserap oleh sel darah merah. Akibatnya kadar karbon monoksida dalam tubuh meningkat, sedangkan kadar oksigen menurun.

Apa yang akan terjadi apabila gas karbon monoksida berikatan dengan sel darah merah? Darah Anda akan berubah menjadi kehitaman dan menjadi lebih kental. Apabila darah Anda kental, maka gerakan sel darah merah ke seluruh tubuh semakin terhambat. Akibatnya terjadilah peningkatan tekanan darah.

4. Tar

Senyawa tar sebenarnya adalah senyawa yang digunakan untuk membuat aspal. Namun ternyata senyawa yang satu ini juga terkandung pada asap rokok. Apabila senyawa tar terhirup oleh kita, senyawa tersebut akan menempel pada dinding paru-paru dan menyebabkan iritasi.

Tidak hanya itu, senyawa tar juga menyebabkan produksi lendir pada dinding paru-paru mengalami peningkatan, menyebabkan matinya sel-sel organ tubuh, dan menyebabkan aktifnya sel kanker.

5. Nikotin

Zat ini adalah senyawa yang paling populer diantara semua senyawa di atas. Mengapa? Ya, karena nikotin adalah zat terparah. Zat ini merupakan "akar" dari munculnya rasa candu. Selain menyebabkan rasa candu, nikotin juga menyebabkan berbagai dampak negatif yang lainnya, seperti:

  • Ketergantungan
  • Rusaknya jaringan otak
  • Mempercepat terjadinya pembekuan darah
  • Arteriosklerosis (mengerasnya dinding pembuluh darah arteri)


Demikianlah artikel saya kali ini mengenai beberapa kandungan asap rokok yang berbahaya bagi kesehatan kita. Semoga dapat menjadi perhitungan bagi Anda yang masih saja aktif merokok, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Lirik Lagu Glenn Fredly - Akhir Cerita Cinta


Sandiwarakah selama ini
Setelah sekian lama kita tlah bersama
Inikah akhir cerita cinta
Yang selalu aku banggakan di depan mereka

Entah dimana kusembunyikan rasa malu

Reff:
Kini harus aku lewati
Sepi hariku
tanpa dirimu lagi

Biarkan kini ku berdiri
Melawan waktu
tuk melupakanmu
Walau pedih hati
namun aku bertahan

*Back to intro - reff


baca selengkapnya...

Apa yang Terjadi pada Tubuh Usai Berhenti Merokok?




Merokok disebut-sebut sebagai benda perusak kesehatan seseorang. Merokok tidak hanya menyebabkan penyakit pada Si Perokok, tetapi juga menyebabkan penyakit pada orang-orang di sekitarnya yang ikut menghirup asap rokok.

Atas dasar itulah banyak perokok menghentikan kebiasaan merokoknya. Apa yang mereka rasakan saat berhenti merokok? Tubuh yang lebih bugar? Tentu. Pikiran yang lebih segar? Tentu.

Sebenarnya apa yang terjadi di tubuh mereka? Mengapa mereka bisa merasakan kesegaran usai berhasil menghentikan kebiasaan merokok?

Beberapa saat setelah berhenti merokok ….

Tubuh Anda masih dipenuhi oleh asap rokok. Zat-zat yang terkandung pada asap rokok menyebabkan detak jantung Anda menjadi lebih cepat dari biasanya. Hal ini pula yang menjadi landasan mengapa Anda merasa lebih bergairah dan merasa lebih lega seusai merokok.

Tidak hanya itu, zat-zat yang terkandung pada asap rokok menyebabkan sel darah merah tidak menarik oksigen, melainkan menarik gas karbon monoksida (racun). Hal ini menyebabkan darah menjadi kental dan kehitaman. Darah yang kental menyebabkan kepekaan sistem saraf indra peraba dan indra penciuman Anda menurun.

20 menit usai merokok ….

Detak jantung Anda sudah kembali normal. Tidak hanya itu, kadar gas karbon monoksida yang menyebar di seluruh tubuh juga sudah mulai menurun dan digantikan oleh oksigen.

2 jam usai merokok ….

Kandungan nikotin pada asap rokok sudah mulai tidak beredar lagi di tubuh. Hal ini akan menyebabkan tubuh Anda menjadi lebih hangat karena tubuh Anda sedang menjalani proses menstabilkan seluruh sistem.

12 jam usai merokok ….

Paru-paru Anda akan menjadi normal. Kadar oksigen dalam tubuh Anda akan meningkat menjadi berada pada kadar normal.

48 jam usai merokok ….

Sensitivitas indra Anda mulai kembali normal. Sehingga Anda akan merasakan tubuh Anda menjadi kembali peka terhadap rangsangan berupa bau maupun sentuhan.

72 jam usai merokok ….

Nikotin dalam tubuh sudah benar-benar hilang. Namun justru pada fase inilah tubuh Anda mengalami proses adaptasi yang tidak mengenakkan. Apa yang terjadi pada tubuh Anda? Anda akan merasakan candu Anda pada rokok semakin menjadi-jadi. Anda akan kurang mampu mengendalikan emosi Anda, dan Anda akan mengalami berbagai gejala gangguan kesehatan seperti pusing, mual-mual, dan lain-lain.

Namun hindari merokok! Justru malah pada fase inilah tubuh Anda sedang sibuk membersihkan diri dari racun-racun yang menempel pada tubuh Anda. Rasanya memang tidak enak, namun rasa tidak enak ini tidak akan berlangsung lama.

2 - 3 minggu usai merokok ….

Kinerja paru-paru Anda sudah meningkat. Anda sudah kembali normal. Anda akan merasakan tubuh Anda lebih segar dan lebih bugar dari sebelumnya.


Jadi, Anda tidak perlu khawatir untuk berhenti merokok. Apabila didasari oleh niat yang kuat, Anda pasti bisa berhenti merokok dan kembali merasakan sehat yang sesungguhnya.

Semoga bermanfaat, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Think Again - Gambar



Beberapa minggu terakhir ini saya menjalani hari-hari sebagai seorang mahasiswa baru. Berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa baru yang lainnya, alih-alih pusing karena bertemu pelajaran yang makin mendalam, saya justru malah sibuk menggambar. Ya, saya sekarang kuliah di jurusan seni.

Mungkin Anda berpikir betapa menyenangkannya kuliah di jurusan seni yang setiap hari kerjaannya hanya menggambar dan menggambar. Namun sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk saya.

Ya, sejak pertama kali masuk kuliah jurusan seni, saya menghadapi sebuah kendala: saya tidak begitu handal menggambar.

Apa yang terjadi? Ya, nilai saya selalu buruk.

Gawatnya lagi, saya mendapatkan seorang asisten dosen yang paling perfeksionis. Ya, orangnya baik, tetapi sangat teliti dalam menilai tarikan garis seseorang. Sewaktu mendapatkan tugas pertama, gambar saya ditolak.

Asisten Dosen Saya: "Gambar kamu kurang bagus. Tolong diulang di rumah, dirapikan lagi ya."

Sudah. Beliau hanya berkata sesingkat itu. Di rumah, saya langsung saja mengulang gambar tersebut di kertas yang baru namun saya berupaya agar hasilnya lebih maksimal lagi. Minggu depannya, saya berikan lagi ke asisten dosen saya.

Asisten Dosen saya: "Gambar kamu kok masih gini-gini aja? Kan sudah saya bilang, dirapikan lagi! Kok gak ada rapi-rapinya?"

Saya diam dengan seribu tanda tanya di kepala.

Asisten Dosen Saya: "Saya beri waktu satu minggu lagi, kalau masih kayak begini juga, kamu saya beri nilai C."

Setibanya di rumah saya langsung menggambar dengan lebih bagus lagi. Minggu depannya, saya berikan lagi tugas tersebut ke asisten dosen saya.

Asisten Dosen Saya: "Saya bingung sama kamu. Lihat nih, garis yang ini." (menunjuk ke sebuah garis dari gambar saya)

Asisten Dosen Saya: "Menurut kamu garis ini tarikannya konsisten ga?"

Saya diam sejenak, lalu mengangguk dengan yakin.

Saya: "Ya Pak. Saya sudah menggambar gambar ini 3 kali."

Asisten Dosen Saya: "Saya tidak peduli kamu mau ngulang berapa kali juga. Yang jelas gambar kamu kurang rapi."

Saya terdiam. Saya benar-benar tidak mengerti dimana letak kesalahan saya.

Asisten Dosen Saya: "Kamu tahu kesalahan kamu?"

Saya menggeleng.

Asisten Dosen Saya: "Pokoknya gambar kamu kurang rapi!"

Beliau membanting kertas gambar saya ke atas meja. Beberapa mahasiswa langsung melirik ke arah kami berdua.

Asisten Dosen Saya: "Nih lihat, gambar teman kamu yang dapat nilai terbaik." (menunjukkan gambar teman saya)

Asisten Dosen Saya: "Beda kan? Lebih enak dilihat kan?"

Saya: "Apa yang membedakan ya Pak? Apa keruncingan pensilnya?"

Asisten Dosen Saya: "Keruncingan memang berpengaruh. Tapi kalau tangan kamu berskill, pensil tumpul pun gak masalah."

Asisten Dosen Saya: "Gini deh, saya akan berikan keringanan pengumpulan tugas sampai seminggu sebelum ujian tengah semester. Tapi harus benar-benar rapi."


Setibanya di rumah, saya menggambar ulang gambar tersebut. Namun bukannya memperbagus gambar, saya hanya menggambar ulang dengan menggunakan pensil yang merknya berbeda dan harganya lebih murah. Minggu depannya saya berikan tugas tersebut ke asisten dosen saya.

Asisten Dosen Saya: "Nah, ini kamu bisa gambar rapi! Kenapa gak dari kemaren kayak begini!"

Saya langsung mendapatkan nilai A diantara teman-teman saya yang mendapat nilai B. Bahkan pada tugas-tugas berikutnya pun, saya langsung mendapat nilai tertinggi ketimbang teman-teman saya.

Ah ….

***

Ada sebuah fakta menarik bahwa orang-orang yang belajar seni tari Balet atau olahraga Yoga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal memecahkan masalah kehidupan. Mengapa?

Logisnya, kondisi tubuh kita memengaruhi kemampuan berpikir kita. Misalnya, apabila tubuh Anda bugar, maka pikiran Anda juga akan bugar. Apabila tubuh Anda lincah, maka pikiran Anda akan mampu berpikir cepat pula.

Nah, apa yang dilakukan oleh para balerina dan penggemar olahraga yoga? Ya, mereka melatih kelenturan tubuh mereka, sehingga pikiran mereka pun menjadi lentur (fleksibel).

Apakah penting memiliki pikiran yang fleksibel? Mari kita ulas kisah singkat saya di atas.

Ketika gambar saya dikatakan buruk, saya berpikir bahwa yang salah adalah tangan saya. Padahal faktor utama penyebab masalah tersebut adalah pensil yang saya gunakan.

Apa kesalahan saya? Ya, pikiran saya kurang fleksibel.

Ada orang yang ketika mendapati sepeda motornya tidak bisa melaju, langsung mengisi tangki bahan bakarnya hingga penuh.

Padahal rantainya yang putus.

Ada orang yang ketika mendapati tubuhnya gemuk, langsung berupaya menghilangkan lemak di tubuhnya dengan cara olahraga mati-matian setiap hari.

Padahal makanannya yang berlemak semua.

Ada orang yang ketika mendapati bisnisnya hendak bangkrut, langsung memaksa karyawannya bekerja lebih keras lagi.

Padahal perencanaan bisnisnya yang tidak baik.

Lihat, berbagai kegagalan dan hal sia-sia terjadi karena pikiran kita kurang fleksibel.

Lantas bagaimana caranya agar kita memiliki fleksibilitas berpikir yang baik? Mari kita bicara tentang masa sekolah.

Sewaktu Anda sekolah, Anda pasti menemui berbagai macam karakter guru, bukan? Ada guru yang kejam sekali, memberi nilai kecil padahal kita sudah mengupayakan yang terbaik. Ada pula guru yang baik sekali, memberi nilai besar walaupun kita bermalas-malasan. Apa yang membuat mereka menilai kita berbeda? Ya, keterbukaan pikiran terhadap usaha orang lain.

Apa hubungannya?

Ingat, keterbukaan pikiran sangat berpengaruh terhadap fleksibilitas berpikir seseorang. Contohnya, guru yang kejam pikirannya tidak terbuka, sehingga walaupun murid-muridnya sudah mengatakan "Saya sudah mengupayakan yang terbaik, Bu.", guru itu tidak mau terima dan tidak mau mengubah pikirannya. Pikirannya keras dan tidak fleksibel.

Lihat, ketidakterbukaan pikiran menyebabkan hilangnya fleksibilitas berpikir seseorang. Berarti sebenarnya kita tidak perlu mengupayakan diri untuk menjadi pribadi yang memiliki fleksibilitas berpikir yang baik, kita hanya perlu tumbuh menjadi pribadi dengan pikiran yang terbuka.

Bagaimana caranya menjadi pribadi dengan pemikiran terbuka? Kembali, kita bicara seputar masa sekolah.

Apakah Anda memperhatikan guru yang kejam dan pemikirannya tidak terbuka itu? Apa yang membedakan mereka dengan guru-guru yang baik dan pemikirannya terbuka?

Ya, ekspresi wajah.

Guru yang pemikirannya terbuka lebih sering tersenyum ketimbang memasang wajah masam. Sedangkan guru yang kejam melakukan hal yang sebaliknya. Sudah merupakan fakta dalam psikologi, bahwa orang yang sering tersenyum pasti pemikirannya terbuka.


"Senyum dapat meningkatkan fleksibilitas berpikir. Fleksibilitas berpikir itu penting. Karena tanpa fleksibilitas berpikir, kita akan cenderung menemui kegagalan dan hal sia-sia."

Think Again - Sayoga R. Prasetyo

Jadi, mulai sekarang tersenyumlah! Anda harus lebih sering tersenyum agar pemikiran Anda terbuka. Karena orang yang pemikirannya terbuka, pasti peka melihat segala kemungkinan. Orang yang peka melihat segala kemungkinan, pasti handal dalam memecahkan masalah kehidupannya sendiri maupun masalah kehidupan orang lain.


Jadi, apakah Anda masih malas untuk berbagi senyum dengan orang lain? Think Again.
baca selengkapnya...

Mengapa Merokok dapat Menyebabkan Impotensi?






Impotensi adalah sebuah penyakit yang menyebabkan seorang pria sulit mengalami ereksi. Banyak hal yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut, diantaranya: kurang olahraga, terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak, dan merokok.


Mengapa merokok? Bukankah merokok hanyalah asap buruk yang merusak paru-paru? Mari kita simak pembahasannya.

Rokok, tidak hanya mengandung nikotin yang menjadi pemicu stroke dan kanker, tetapi asap rokok juga mengandung senyawa yang disebut gas karbon monoksida (CO). Apa itu?

Gas karbon monoksida sebenarnya adalah racun bagi tubuh. Gas ini biasanya berasal dari pembakaran yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor. Namun ternyata, rokok juga mengandung senyawa yang sama. Lantas apa yang terjadi jika kita menghirup gas karbon monoksida?

Paru-paru kita memiliki bagian terkecil yang disebut alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran udara, karbon dioksida dilepas, oksigen diserap. Ya, ada alveolus memiliki sifat menyerap oksigen. Namun ternyata, alveolus juga memiliki sifat menyerap gas karbon monoksida. Bahkan daya serapnya lebih baik.

Hal itu menyebabkan ketika datang gas karbon monosida dari rokok, alveolus lebih tertarik menyerap gas karbon monoksida tersebut dan membiarkan gas oksigen keluar kembali bersama gas karbon dioksida.

Apa yang terjadi pada orang yang darahnya lebih banyak terkandung gas karbon monoksida?

Gas karbon monoksida tersebut akan disalurkan oleh hemoglobin (senyawa yang terkandung dalam sel darah merah) ke seluruh organ-organ tubuh sehingga seluruh organ tubuh perlahan-lahan rusak atau bahkan dapat mengaktifkan sel kanker.

Tidak hanya itu, dampak dari gas karbon monoksida yang lainnya yaitu dapat menyebabkan darah menjadi lebih hitam dan lebih kental. Hal ini berdampak pada terhambatnya kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh.

Kita tahu bahwa ereksi pada pria didasari oleh mengalirnya darah ke bagian korpus kavernosa (saluran darah yang terdapat pada (maaf) penis pria). Akan tetapi bukankah darah sudah berubah menjadi kental dan melambat? Apa efeknya?

Tentu, proses ereksi menjadi lebih lama atau bahkan tidak terjadi karena gerakan darah yang lambat menyebabkan korpus kavernosa tidak terisi darah dengan maksimal dan juga menyebabkan berkurangnya sensitivitas bagian luar (maaf) penis pria dengan rangsangan fisik dari luar.

Apabila hal ini sudah terlanjur terjadi, apa yang harus dilakukan? Ya, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pengobatan atau terapi yang sesuai.


Demikianlah pembahasan saya kali ini mengenai bagaimana asap rokok bisa menyebabkan impotensi pada pria. Mudah-mudahan dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang masih suka merokok, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

22 Bahaya Merokok bagi Kesehatan



Merokok masih menjadi budaya di Indonesia. Semua kalangan mulai dari pelajar, pekerja kantoran, bahkan pejabat sekalipun banyak yang doyan merokok.

Ya, merokok masih menjadi aktivitas yang disukai banyak kalangan. Padahal, merokok memiliki berbagai dampak negatif yang mengerikan pada tubuh kita. Apa sajakah dampak negatif tersebut?

1. Menyebabkan kanker nesofaring

2. Menyebabkan kanker laring

3. Menyebabkan kanker esofagus

4. Menyebabkan penyakit bronkitis kronik

5. Menyebabkan kanker paru-paru

6. Menyebabkan penyakit pneumonia

7. Menyebabkan penyakit leukimia (kanker darah)

8. Menyebabkan gangguan kehamilan

9. Menyebabkan cacat janin

10. Menyebabkan menopause dini

11. Menyebabkan infertilitas (kemandulan)

12. Menyebabkan penyakit impotensi

13. Menyebabkan kerusakan jantung

14. Meningkatkan risiko stroke

15.Menyebabkan penyakit arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah)

16. Menyebabkan gangguan pembuluh darah

17. Menyebabkan keguguran

18.Menyebabkan kanker rongga mulut

19. Menyebabkan darah tinggi

20. Menyebabkan penyakit emfisema

21. Menyebabkan penyakit kanker pankreas

22. Penurunan sensitivitas indra peraba

Wow, dengan dampak negatif sebanyak ini, apakah Anda masih ingin melanjutkan kebiasaan merokok?


Semoga menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sumber Inspirasi. Theme images by AndrzejStajer. Powered by Blogger.