Penulis Kontributor

Daftar Penulis Kontributor Aktif:




Sayoga R. Prasetyo
Artikel umum populer

Rubrik: 
Think Again, Pertolongan Pertama, Asal Mula Kata

Facebook: Sayoga Nd
Twitter:





 


Arief Rizqianto Achmad
Astronomi

Rubrik: 
Astronomi

Facebook: Arief Rizqianto Achmad
Twitter:

baca selengkapnya...

Pasang Iklan di Blog Sumber Inspirasi



Blog Sumber Inspirasi adalah sebuah blog yang bertemakan wawasan umum dan edukasi. Didirikan sejak 2010, blog ini terus berkembang hingga memiliki banyak pembaca yang tersebar di Indonesia maupun di luar negeri.

Banyaknya jumlah pembaca menjadi salah satu pertimbangan agar kami membuka sebuah peluang bagi Anda para pengiklan untuk memasangkan iklannya di blog kami.

Namun ada beberapa ketentuan yang harus Anda perhatikan, diantaranya:

1. Blog Sumber Inspirasi adalah sebuah blog edukasi, jadi kami tidak akan menerima iklan yang berbau seksual.

2. Kami tidak akan menerima iklan produk-produk yang peredarannya diharamkan di Indonesia.

3. Kami tidak akan menerima iklan yang berhubungan dengan judi, SARA, dan sejenisnya.

4. Hingga saat ini, ruang yang kami sediakan untuk Anda ada di sebelah kanan blog, dengan ukuran 200 x 200 pixel.

5. Silakan Anda rancang sendiri iklan Anda dengan format jpeg.


Bagi Anda yang berminat, silakan hubungi saya (Sayoga) di:

Sayogand [at] gmail [dot] com

Terimakasih, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Lirik Lagu Ada Band - Masih



Rasa cinta yang dulu telah hilang
Kini berseri kembali
Tlah kau coba lupakan dirinya
Hapus cerita lalu

Dan lihatlah
Dirimu bagai bunga di musim semi
Yang tersenyum menatap indahnya dunia
Yang seiring menyambut
Jawaban segala gundahmu

Reff:
Walau badai menghadang
Ingatlah ku kan selalu setia menjagamu
Berdua kita lewati jalan yang berliku tajam

Setiap waktu wajahmu yang lugu
Selalu bayangi langkahku
Telah lama kunanti dirimu
Tempat ku kan berlabuh

Cahaya hatiku
Yakinlah kekal abadi selamanya seperti bintang
Yang sinarnya terangi seluruh ruang di jiwa
Membawa kedamaian

Back to Reff

Resah yang kau rasakan
Kan jadi bagian hidupku bersamamu
Letakanlah segala lara di pundaku ini

Back to Reff
 

baca selengkapnya...

Inilah Perusahaan Cokelat Pertama di Dunia



Beberapa waktu yang lalu ada salah satu sahabat inspiratif yang bertanya,

"Perusahaan cokelat yang paling pertama didirikan itu yang mana ya? Apa masih ada?"

Setelah membaca pertanyaan tersebut, saya langsung berselancar di internet untuk mencari infonya. Memang, agak sulit. Tetapi akhirnya saya mendapatkan jawabannya.

Perusahaan / pabrik cokelat yang paling pertama didirikan bernama The Hersey.Hingga kini, perusahaan tersebut masih ada dan terus memproduksi berbagai produk cokelat kelas dunia.

The Hersey didirikan oleh seorang pria dari Pennyslyvania bernama Milton Hersey. Pria kelahiran Derry Church, 13 September 1857 ini mendapat inspirasi untuk membangun pabrik cokelat gara-gara banyaknya kebun cokelat yang tidak tergarap di Philadelphia.

Akhirnya pada tahun 1900 Milton membangun pabrik cokelat bernama The Hersey di Philadelphia. Ia mengubah cokelat-cokelat yang tak tergarap di sana menjadi sebuah produk semacam permen. Bentuknya bervariasi, ada yang berbentuk batang, kuncir, dan lain-lain.

Sukses membangun pabrik di Philadelphia, pada tahun 1903 Milton membangun pabrik baru di Pennyslyvania. Mengapa di Pennyslyvania? Karena pada saat itu Pennyslyvania adalah salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Sekalipun ada yang bekerja, mereka hanya bekerja memanen kebun cokelat.

Pabrik Cokelat The Hersey di Pennyslyvania
 
Ketika perusahaan The Hersey hadir di Pennyslyvania, perusahaan tersebut berkembang dengan sangat pesat karena di sana banyak pekerja dan banyak kebun cokelat yang bisa digarap. Akhirnya perusahaan tersebut tidak hanya berfokus untuk memproduksi saja, tetapi juga mulai menyajikannya dengan cara membangun toko-toko dan restoran cokelat.

 
Kini, Pennyslyvania dikenal sebagai salah satu tempat wisata cokelat terbaik di dunia. Di sana Anda akan mendapati banyak restoran cokelat, toko cokelat, motel, dan berbagai fasilitas-fasilitas hiburan lainnya.


Menarik bukan? Semoga bermanfaat, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Think Again - Tas Anti-hujan


Saya sangat menyukai buku. Uang harian saya selalu saya sisihkan agar saya bisa membeli beberapa buku setiap bulannya. Namun semakin melonjaknya harga buku, saya jadi kewalahan karena tabungan bulanan saya hanya cukup untuk membeli satu buku saja perbulannya. Jadi, saya siasati masalah tersebut dengan cara berjalan kaki dari stasiun kereta ke rumah, agar saya dapat memangkas biaya ongkos harian dan buku pun terbeli lebih banyak.

Sekitar 2 bulan yang lalu, saya berjalan-jalan ke sebuah toko tas untuk membeli tas baru. Sekilas saya mencari tas yang bahannya bagus dan awet agar saya tidak terlalu sering mengganti tas.

Pandangan saya langsung tertuju pada sebuah toko tas yang menyajikan tas-tas berukuran besar. Seketika pula seorang pelayan toko menghampiri saya,

Pelayan: "Selamat siang, Mas. Silakan lihat-lihat toko kami. Ada tas yang kualitasnya bagus-bagus."

Saya: "Iya nih Mas, saya lagi nyari tas yang kualitas bahannya bagus. Plus bentuk dan ukurannya pas buat nampung buku-buku sama laptop."

Pelayan: *Merogoh salah satu tas yang tergantung di dinding* "Kalau yang ini gimana mas? Ini bahannya bagus, awet, empuk di punggung, pokoknya pas lah buat Mas."

Saya melihat tas itu ... Itu adalah tas yang kelihatannya kokoh, tetapi warna-warni. Atasnya berwarna kuning cerah, bawahnya warna merah marun, talinya warna hijau cerah. Sepertinya akan sangat memalukan bila saya gunakan tas itu saat sedang berjalan kaki.

Saya: "Emm ... Ada warna lain ga Mas? Yang warna item atau biru tua gitu ...."

Pelayan: "Aduh maaf Mas, ini tas yang paling laku di sini. Jadi stoknya tinggal yang satu ini ...."

Saya: "Waduh, gini Mas ... Saya kan suka jalan kaki, kalau saya jalan kaki pake ...."

Pelayan: "NAH! Mas suka jalan kaki?" *merogoh tas lain*

Pelayan: "Yang ini aja gimana Mas? Warnanya kolaborasi antara hitam sama abu-abu, ukurannya sama dengan yang tadi, harganya juga sama. Kalau yang ini ada plusnya, ada kain plastik antihujannya. Tas ini emang didesain buat orang-orang kayak Mas, yang suka pake tas di luar ruangan gitu."

Saya langsung berpikir sejenak. Harganya sama, ukurannya sama, warnanya pas dengan selera saya, ditambah lagi ada kain plastik anti-hujannya ... Tentu membeli tas  ini lebih menguntungkan daripada yang tadi. Ini tas yang saya cari.

Saya pun langsung memilih tas tersebut, membayarnya, lalu membawa pulang tas tersebut dengan perasaan senang.

Seminggu yang lalu, saya berjalan kaki dari stasiun kereta ke rumah sembari menggunakan tas baru saya. Waktu itu, sore hari, memang cuacanya agak mendung. Tetapi saya tetap saja memilih untuk berjalan kaki untuk menghemat pengeluaran.

Saat itu, saya sedang membawa sebuah prakarya seni yang terbuat dari sterofoam, berukuran sekitar 100 cm x 50 cm x 30 cm di atas sebuah tripleks yang luasnya sama dengan prakarya tersebut. Prakarya sebesar itu saya bawa dengan kedua tangan saya dan dibungkus kantung plastik berukuran besar agar tidak terlihat mencolok.

Perjalanan saya kurang lebih tinggal beberapa blok lagi. Tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat lebat. Sialnya, tidak ada tempat berteduh di sepanjang jalan itu. Dengan bawaan yang serepot itu, saya tidak sempat mengambil kain plastik anti-hujan untuk tas saya. Akhirnya saya memilih untuk lari secepat-cepatnya sembari hujan-hujanan.

Walaupun kurang dari 3 menit, tetapi tubuh saya sudah basah semuanya. Setibanya di rumah, saya langsung membongkar apapun yang saya bawa. Di jaket, ponsel dan dompet saya kering. Di dalam kantung plastik, prakarya saya juga kering. Dan di tas ... Basah semua.

Saya langsung terkejut ketika melihat tas baru saya berubah menjadi "kolam mini". Yap, ada air menggenang di dalamnya. Di dalamnya ada buku literatur psikologi yang terendam seperempatnya.

Buku saya ....

Buku setebal 400 halaman hasil perjuangan menabung 2 bulan ....

Buku yang baru saya baca separuhnya ....

Luntur ....

****

Tidak, kali ini saya tidak akan membahas tentang buku literatur saya yang luntur. Meskipun saya sangat sedih, tetapi saya mencoba untuk memetik hikmah dari kejadian yang satu ini.

Dulu, ketika memilah-milih tas di toko, saya melihat bahwa tas ini adalah tas yang sempurna. Tas ini saya anggap menguntungkan ketimbang tas yang lain karena ada kain plastik anti-hujannya. Tetapi ternyata, sekarang saya paham mengapa harga tas berbonus kain plastik ini sama saja dengan tas lain: Bahan utama tas ini adalah bahan yang tidak tahan hujan.

Yap, sekilas bahan tas ini terlihat mirip dengan tas yang lain, sehingga saya berpikir bahwa tas ini sama bagusnya. Tetapi ternyata itu hanya tipuan. Si penjual mengatakan bahwa tas ini lebih menguntungkan daripada yang lain, padahal kalau dipikir-pikir ya sama saja.

Tetapi di sinilah saya memahami satu pemahaman baru, bahwa apapun yang dilebihkan, pasti ada yang dikurangi.


Kalau ada yang dilebihkan, pasti ada yang dikurangi. Kalau ada yang dikurangi, pasti ada yang dilebihkan.

Think Again - Sayoga R. Prasetyo


Lantas apakah konsep tersebut berlaku untuk seluruh aspek kehidupan? Ya.

Sering kita lihat anak-anak yang pandai berhitung dan membaca namun memiliki kekurangan dalam kemampuan menari.

Sering kita lihat remaja yang handal memahami dan menguasai suatu pemahaman, tetapi lemah dalam hal berhitung cepat.

Sering pula kita lihat orang dewasa yang tidak terlalu cerdas secara akademis, tetapi memiliki kemampuan hebat dalam mengatur dan memimpin orang banyak.

Itu merupakan contoh bahwa apapun yang dilebihkan, pasti ada yang dikurangi.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus sibuk menambal kekurangan kita? Atau sibuk meningkatkan kelebihan kita? Mari kita lihat beberapa contohnya.

Sekarang saya ingin Anda membayangkan seekor hiu. Ya, hiu adalah hewan yang memiliki kelebihan berupa sirip yang kuat, gigi yang tajam, serta tubuh yang besar. Tetapi hiu juga memiliki kelemahan, yakni ia tidak bisa hidup di darat.

Sekarang Anda bayangkan, lebih seram mana, hiu yang memaksimalkan kekuatannya (menggunakan kekuatan tubuhnya untuk mencari makan dan melindungi diri) atau yang menutupi kelemahannya (mampu hidup di darat)?

Jika Anda jeli, maka Anda pasti memilih yang pertama. Toh sekalipun hiu bisa hidup di darat, hiu itu tidak akan bisa menyerang kita. Hiu tidak memiliki kaki.

Sekarang Anda bayangkan seekor gajah. Ya, gajah adalah hewan mamalia yang memiliki kekuatan berupa tubuh yang besar dan tenaga yang kuat. Namun gajah juga memiliki kelemahan, gajah tidak bisa melompat.

Menurut Anda, lebih baik mana, gajah yang memaksimalkan kekuatannya (menggunakan kekuatannya untuk mencari makan dan melindungi diri) atau yang menutupi kelemahannya (mampu melompat)?

Jika Anda jeli, Anda pasti memilih yang pertama. Toh gajah yang bisa melompat akan dimusnahkan manusia karena dianggap hewan pengganggu yang tidak berguna.

Dari contoh-contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa siapapun yang berfokus pada kelemahannnya, sulit berkembang.

Albert Enstein, seorang fisikawan jenius asal Jerman. Ia dianugerahi kelebihan berupa kemampuan logika sains yang luar biasa. Tetapi ia juga punya kelemahan, Enstein tidak pernah memahami seni. Bahkan waktu sekolah, ia sering mendapatkan nilai 0 pada pelajaran seni.

Sekarang silakan Anda bayangkan, apa yang akan terjadi jika Enstein berfokus menutupi kelemahannya? Ya, ia tidak akan pernah mendapat gelar sebagai ilmuan sains terjenius sepanjang sejarah.

Lihat, orang-orang  hebat pun lahir karena mereka tidak berfokus pada kelemahan mereka.

So, bagi Anda yang sudah memahami kekurangan dan kelebihan Anda, belajarlah untuk mengatur fokus Anda. Anda tidak perlu bersusah payah untuk menghilangkan kelemahan Anda. Yang Anda perlukan adalah menyiasati kelemahan Anda, sembari terus berfokus pada kelebihan Anda.


Jadi apakah Anda sudah mengatur fokus Anda dengan baik? Think Again.
baca selengkapnya...

Bagaimanakah Proses Pembuatan Cokelat?



Cokelat adalah sebuah makanan atau minuman dengan rasa manis yang berasal dari tanaman kakao. Rasanya yang berbanding terbalik dengan buah aslinya membuat banyak orang bertanya-tanya,

"Mengapa rasa cokelat bisa berbeda dengan buah aslinya? Proses apa yang dilakukan untuk menghasilkan rasa yang nikmat seperti itu?"

Didasari oleh banyaknya orang yang bertanya seperti itu, kali ini saya akan berbagi cerita mengenai bagaimana proses pengolahan buah cokelat hingga menjadi makanan atau minuman yang nikmat.

Berikut tahapan-tahapan proses pembuatan cokelat hingga menjadi produk siap konsumsi:

1. Buah kakao dengan jumlah sangat banyak dikirim dari perkebunan cokelat ke pabrik pengolahan cokelat.



2. Bijinya diambil untuk diolah lebih lanjut.

3. Biji-biji kakao tersebut kemudian dicuci hingga bersih.

4. Biji kakao yang sudah bersih tersebut kemudian dipanggang untuk memperkuat warna dan rasa cokelat.

5. Kulit yang terdapat pada biji kakao dikupas.

6. Kemudian biji kakao akan dialkalisasi menggunakan senyawa bernama kalium karbonat agar warna dan rasanya semakin kuat.

7. Kemudian biji-biji tersebut digiling hingga biji tersebut berubah menjadi cair.

8. Sambil digiling, biasanya dimasukkan pula bahan-bahan pencampur lain untuk menambah rasa cokelat, seperti kacang atau bahan-bahan lainnya.

9. Cokelat yang kini sudah menjadi gumpalan cairan kental tersebut kemudian dimasukkan ke mesin penekan. Tujuannya adalah untuk membuat cokelat tersebut mengeluarkan lemak cokelatnya.

10. Setelah ditekan, maka kini terdapat dua bentuk cokelat, yakni cokelat bentuk cair yang kaya akan lemak cokelat, dan cokelat bubuk yang merupakan ampas dari proses penekanan. Cokelat bubuk dan cokelat cair akan dimasukkan ke mesin yang berbeda dan dijadikan produk yang berbeda.

11. Kemudian cokelat cair akan dicampur dengan bahan-bahan penguat rasa lain, seperti gula, susu, atau bahan-bahan lain.

12. Setelah itu, cokelat cair dimasukkan ke mesin pemurni cokelat. Proses ini bertujuan untuk memperoleh tekstur cokelat yang lembut

13. Setelah dimurnikan, cokelat dimasukkan ke mesin penghalus cokelat. Tujuannya? Masih sama, yakni untuk mendapatkan tekstur cokelat yang lebih lembut lagi.



14. Usai dihaluskan, cokelat akan dimasukkan ke mesin pemanas.

15. Usai dipanaskan, cokelat dimasukkan ke mesin pendingin.

16. Usai didinginkan, cokelat dimasukkan ke mesin pemanas lagi. Mengapa proses pemanasan dan pendinginan cokelat dilakukan berulang-ulang? Proses ini bertujuan untuk menambah keawetan cokelat dan agar cokelat tidak mudah meleleh.

17. Setelah itu, cokelat dicetak dengan bentuk yang bervariasi.



18. Usai dicetak, cokelat tersebut dikemas dan siap untuk didistribusikan ke toko-toko di berbagai tempat.

 
Demikianlah artikel saya kali ini mengenai tahap-tahap pembuatan cokelat.Semoga dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!


baca selengkapnya...

Sejarah Cokelat



Siapa yang tak kenal cokelat? Makanan atau minuman yang satu ini selalu mengingatkan kita akan sebuah produk siap konsumsi yang menenangkan pikiran. Tidak hanya itu, hingga kini cokelat juga dijadikan simbol kemakmuran. Orang yang sering mengonsumsi cokelat, pasti bukan kaum fakir.

Rasanya yang nikmat menimbulkan rasa penasaran di benak kita,

"Sebenarnya mengapa cokelat ada? Bukankah cokelat merupakan hasil olahan dari buah kakao yang notabene pahit dan tawar itu?"

Untuk itu, mari kita bahas sejarahnya berdasarkan rentang waktu.

ABAD 15

Pada abad ini, biji kakao pertama kali ditemukan oleh seorang penjelajah asal Meksiko yang sedang menjelajahi Amerika. Pria ini bernama Hernando Cortez. Cortez berhasil menemukan sekumpulan tanaman kakao dari Amerika Tengah hingga Amazon utara. Pada awalnya, biji ini dikonsumsi dengan cara hanya dikupas lalu dikonsumsi mentah-mentah. Meskipun rasanya pahit, tetapi Cortez tahu bahwa biji tersebut mengandung suatu kandungan yang mampu memberikan efek tenang dan antidepresan.

Kemudian biji ini menjadi tenar di kalangan suku Maya. Mereka menganggap biji kakao adalah biji yang menjadi simbol kemakmuran dan merupakan makanan pemberian dewa. Sehingga saat itu biji kakao mereka gunakan sebagai alat tukar dan bahan sesembahan.

ABAD 16

Cortez membawa biji kakao ke Swiss dan Inggris. Di dua negara ini, para peneliti dan koki terus mencari tahu bagaimana cara mengolah cokelat menjadi produk yang baik. tetapi sayangnya, mereka tidak menemukan cara lain selain dipanaskan.

Ya, mereka mengupas kulit biji kakao tersebut, lalu memanaskannya. Cara menyajikannya? Angkat wadah pemanas cokelat setinggi dada, lalu tumpahkan ke wadah yang ditaruh di tanah. Tujuannya yakni untuk menambah jumlah busa yang mereka anggap sebagai bagian terenak dari cokelat panas.

ABAD 17

Akhirnya Swiss dan Inggris berhasil menemukan cara agar rasa pahit cokelat hilang, yakni dengan cara ditambahkan gula. Tiba-tiba saja, cokelat menjadi makanan yang sangat populer. Rasanya yang enak serta efek antidepresan yang ditawarkan cokelat membuat orang-orang rela membeli cokelat meskipun harganya mahal. Seketika, cokelat menjadi makanan terfavorit di Eropa.

ABAD 18

Abad 18 merupakan awal kejayaan cokelat. Produk-produk minuman dan makanan varian cokelat yang diproduksi oleh Swiss dan Inggris mulai diekspor ke luar eropa. Lagi-lagi, karena rasanya yang sangat enak, semua produk cokelat menjadi sangat laku. Seketika, cokelat menjadi makanan terpopuler di dunia hingga saat ini.

Sampai sekarang, cokelat banyak dibeli masyarakat untuk:

  • Dikonsumsi sendiri, karena cokelat dapat menjadi simbol kemewahan;
  • Diberikan kepada orang lain, sebagai ungkapan rasa cinta, rasa terimakasih, dan rasa simpati;
  • Bingkisan hari raya;
  • Dijadikan alat sesembahan (bagi beberapa suku pedalaman).


Menarik bukan? Sebuah biji yang pahit pun bisa berubah menjadi makanan terpopuler di dunia. Tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan menjadi "Hernando Cortez" berikutnya, jika Anda tidak meremehkan hal-hal kecil di sekitar Anda.


Semoga dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

7 Jenis Cokelat di Dunia



Jika ada yang bertanya, "Apa itu cokelat?" mungkin Anda akan menjawab, "Itu lho, yang bentuknya batangan, kotak-kotak, yang warnanya cokelat ....". Jawaban tersebut bisa saja benar, tetapi sebenarnya bukan itu definisi cokelat yang sebenarnya.

Cokelat adalah hasil olahan dari biji kakao, bisa berupa makanan ataupun minuman. Bentuk pengemasannya pun sebenarnya beragam, tetapi karena yang paling sering terlihat di toko-toko adalah cokelat batangan, maka orang mengira bahwa cokelat itu sudah pasti berbentuk batangan dan sudah pasti berwarna cokelat.

Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas beberapa variasi olahan cokelat yang sebenarnya sudah beredar di seluruh dunia, tetapi tidak begitu kita perhatikan.

Apa sajakah variasi-variasi tersebut?

1. Cokelat Tawar / Plain Chocolate

Plain Chocolate adalah jenis cokelat yang rasanya asli seperti buahnya, tawar. Plain chocolate hanyalah buah cokelat yang didinginkan dan dikeraskan. Biasanya plain chocolate dijadikan sebagai penghias makanan atau sebagai bahan baku pembuatan kue.

2. Cokelat Manis

Cokelat manis sebenarnya hampir sama dengan cokelat tawar. Hanya saja, cokelat ini diberikan tambahan berupa gula agar terasa manis. Produk ini juga ditambah dengan lemak cokelat agar sensasi "lumer di mulut"nya lebih terasa. Biasanya, cokelat manis digunakan untuk penghias makanan saja.

3. Courverture

Couverture adalah salah satu jenis cokelat yang terbaik. Lemak cokelat yang terkandung di cokelat couverture cukup tinggi sehingga memberikan sensasi cokelat yang lebih enak ketimbang cokelat biasanya. Biasanya produk ini dikemas menjadi berbagai jenis cokelat yang siap dikonsumsi, seperti cokelat batangan, cokelat cair, dan cokelat-cokelat siap konsumsi lainnya.

4. Cokelat Bubuk

Untuk jenis cokelat yang satu ini, saya yakin Anda sudah familiar. Ya, cokelat bubuk adalah cokelat yang produk akhirnya berupa butiran-butiran kecil seperti bubuk. Cara membuatnya yaitu dengan cara diambil lemak cokelatnya hingga cokelat menjadi sangat kering. Akibatnya, bubuk cokelat ini dapat menyerap air dengan cepat. Apabila bubuk ini bertemu dengan air bersuhu tinggi, maka kandungan cokelat akan langsung bercampur dengan air sehingga seketika air tersebut berubah menjadi rasa cokelat.

5. Cokelat Susu

Cokelat susu (milk chocolate) adalah salah satu produk cokelat yang juga populer. Cokelat susu memiliki sensasi yang tidak berbeda jauh dengan cokelat couverture, yakni dapat memberikan sensasi "cokelat lumer" di dalam mulut. Hanya saja perbedaannya, cokelat susu sudah dicampur dengan susu sapi. Sensasi kasein susu bercampur lemak cokelat dapat menimbulkan kenikmatan tersendiri di mulut kita.

6. Cokelat Hitam

Cokelat hitam tidak terlalu populer di Indonesia. Tetapi di luar negeri, cokelat hitam sama populernya dengan cokelat susu. Apa perbedaan antara cokelat hitam dengan yang lainnya? Cokelat hitam mengandung lebih banyak kafein ketimbang jenis-jenis cokelat yang lainnya. Jika kita mengonsumsi cokelat hitam, maka dapat menyebabkan tubuh kita mendadak bergairah. Tidak berbeda jauh dengan efek kopi.

7. Cokelat Putih

Cokelat yang satu ini adalah cokelat terunik. Bagaimana tidak, cokelat ini adalah satu-satunya jenis cokelat yang tidak berwarna cokelat.

Jadi, cokelat putih diproduksi dengan cara mengambil minyak yang terkandung dalam cokelat, lalu ditambahkan gula agar rasanya manis. Sudah.

Itulah sebabnya mengapa cokelat putih memiliki rasa yang sama dengan cokelat biasa, tetapi warnanya putih.


Demikianlah artikel saya kali ini mengenai 7 jenis cokelat yang ada di dunia. Semoga dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Think Again - Sibuk



Akhir-akhir ini saya sering memanfaatkan koneksi wiFi gratis di tempat-tempat umum. Selain agar saya bisa menghemat pengeluaran, hal ini juga saya lakukan agar saya terbiasa bersosial ....

Beberapa waktu lalu saya sedang menulis artikel di ruang depan sebuah perpustakaan umum. Suasananya yang tenang menjadi salah satu alasan mengapa saya memilih tempat ini untuk menulis.

Seketika saja datang orang tak dikenal. Jalannya cepat sekali. Ia kemudian duduk di sebelah saya, dan langsung menyalakan laptopnya dengan tergesa-gesa. Lalu menggeser-geserkan meja dan kursi kami agar pas dengan posisi duduknya.

Saya langsung berdiri sejenak agar ia mudah menggeser-geser meja dan kursi.

Saya: "Silakan Kang"

Orang tersebut diam saja dan tetap memasang wajah datar. Sepertinya ia tengah panik karena sesuatu.

Saya duduk kembali dan kembali fokus pada pekerjaan saya. Baru saja saya menulis dua setengah paragraf, orang itu-tiba-tiba berkemas dengan sangat heboh, seolah-olah sedang ikut lomba mengemas laptop ke dalam tas.

Saya jadi berhenti menulis. Mata saya tertuju pada lelaki yang sedang tergesa-gesa itu. Seketika pula ia langsung menggeser meja kami agar ia bisa bergerak keluar, lalu ia berjalan dengan sangat cepat ke luar ruangan tanpa mengubah ekspresinya.

Saya hanya bisa diam sembari memasang wajah bingung. Apakah semua orang sibuk seperti itu? Entahlah ....

Satu jam kemudian, saya sudah berada di sebuah stasiun kereta. Sembari menunggu kereta, saya membaca buku. Untuk menjaga kesehatan mata, setiap usai membaca beberapa halaman, saya mengalihkan fokus saya ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar saya sejenak, lalu kembali membaca.

Ketika sedang mengalihkan fokus, saya tak menyangka ... Saya kembali melihat lelaki sibuk tersebut tengah menunggu kereta yang sama dengan saya. Kakinya mengetuk-ngetuk lantai pertanda tidak sabar.

Kereta tiba. Belum berhenti, lelaki itu langsung saja menyambar masuk dan mendesak orang-orang yang hendak turun di pintu kereta.

"Kakak, tunggu!" 

Seorang anak perempuan berseragam putih-abu terlihat panik ketika melihat lelaki sibuk itu masuk ke dalam kereta. Lho, itu adiknya?

Ketika kereta berhenti, saya menyegerakan naik. Saya lihat, anak perempuan itu terlihat gelisah.

Saya: "Mbak, adiknya Mas-Mas yang tadi ya? Yang rambutnya agak ikal itu? Yang jalannya cepet?"

Anak Perempuan itu: "Iya. Sekarang dia gak tau kemana. Jalannya cepet banget. Padahal ini pertama kalinya saya naik kereta, masa ditinggal gitu. Emang sih, saya turunnya di stasiun depan, deket. Tapi kan ya ... Tetep aja ngeselin."

Saya: "Saya juga barusan ketemu dia di perpustakaan. Kalo boleh tau, dia kenapa ya? Apa dia super sibuk?"

Anak Perempuan itu: "Dia itu suka menyibukkan diri. Dulu dia pernah kerja di beberapa perusahaan, tapi selalu dipecat karena terlalu pendiem dan suka acuh tak acuh kalo diajak komunikasi. Padahal dia pinter banget lho, waktu sekolah aja dia selalu juara 1."

Saya: "Apa ada orang di keluarga yang perilakunya kayak gitu juga?"

Anak Perempuan Itu: "Engga, ga ada yang nyontohin. Dari kecil sikapnya kayak begitu, gak pernah peduli sama lingkungan. Dan sekarang, udah 6 tahun dia jadi pengangguran."

Astaga.

Saya: "Terus kalau ...."

Anak Perempuan Itu: "Eh ... Kakak aku itu udah turun ... Kakak, tunggu!"

Saya hanya bisa diam ....

***

Sebelumnya, saya turut prihatin, melihat kenyataan bahwa di dunia ini banyak sekali orang yang memiliki perilaku yang sama. Sibuk, tetapi tidak pernah bisa menggapai apa yang diimpikannya.  Mengapa bisa begitu?

Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman kita mengenai kecerdasan kita sendiri. Untuk itu, saya akan jelaskan pemahaman mengenai kecerdasan.

Dalam psikologi, kecerdasan ada 2 macam, yakni kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal. Apa maksudnya?

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri. Kecerdasan ini meliputi kemampuan menghafal, kemampuan berlogika, kemampuan berbahasa, dan lain-lain.

Sedangkan kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami orang lain. Kecerdasan ini meliputi kemampuan berbicara, kemampuan memimpin, kemampuan bertingkah laku sopan, jujur, cara tersenyum, cara berjalan, dan lain-lain.

Lantas apa yang terjadi pada Si Lelaki Sibuk itu?

Ya, ia memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik, tetapi tidak memiliki kecerdasan interpersonal. Akibatnya lelaki sibuk ini memiliki derajat yang rendah di mata orang lain. Sepintar apapun dia sekarang.

Namun sebaliknya. Ada pula orang yang ramah sekali, pandai berkomunikasi, temannya banyak, tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam, bersedia menerima kritikan dari orang banyak lalu belajar dari sana ... Orang ini derajatnya tinggi di mata orang lain. Seminim apapun ilmu yang dimilikinya sekarang.  Meski begitu, tentu orang-orang semacam ini akan menggapai derajat yang lebih tinggi lagi jika ia memiliki ilmu.

Sekarang, apa yang kita lihat di dunia pendidikan?

Di Indonesia, anak yang cenderung dihargai adalah anak yang pintar berhitung, cepat memahami materi, dan pintar menghafal. Padahal, seharusnya anak yang pandai berbicara, sopan, jujur, berpikiran terbuka, dan pandai bersosiallah yang pantas mendapat penghargaan.

Mengapa? Karena pondasi dari kesuksesan seseorang adalah kecerdasan interpersonalnya, bukan kecerdasan intrapersonalnya. Ilmu hanya berperan sebagai penunjang saja.


"Ilmu adalah penunjang kecerdasan berperilaku, bukan sebaliknya."

Think Again - Sayoga R. Prasetyo


Mari kita lihat contoh kasusnya.

Para koruptor, mengapa mereka mencuri uang rakyat yang diamanahkan kepadanya? Bukankah orang-orang tersebut adalah orang-orang yang pintar dan pendidikannya tinggi? Ya, mereka memang cerdas, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk jujur dan tegas saat bekerja.

Para pegawai, mengapa ada pegawai yang tidak kunjung naik jabatan? Karena mereka terlalu sibuk memikirkan gaji dan pekerjaan sendiri, lalu lupa untuk bersosial dan belajar dari rekan kantornya yang posisinya lebih baik.

Lihat, tanpa kecerdasan interpersonal yang baik, kita akan sulit untuk meningkatkan derajat kehidupan.

Dan apabila Anda perhatikan, orang-orang besar seperti Bill Gates, Steve Jobs, Susilo Bambang Yudhoyono, Mario Teguh, Chairul Tanjung, dan orang sukses lainnya, mereka memiliki kemampuan bicara yang baik, cara berjalan dan berdiri yang baik, kemampuan menjamu tamu dengan baik, dan kemampuan untuk memahami bahwa bencana yang diberikan Tuhan serta kritikan dari orang banyak adalah sebuah kesempatan untuk belajar bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan.

Lihat, tidak ada orang hebat yang tidak memiliki kecerdasan interpersonal yang baik.

So, apabila Anda adalah orang yang cara bicaranya terlalu cepat, cara berjalannya terlalu cepat, cara berdirinya salah, tidak tahu cara menyapa orang lain dengan baik ... Anda harus memperbaiki diri. Karena sikap-sikap seperti itu adalah pertanda bahwa Anda tidak memiliki kecerdasan interpersonal yang baik. Anda tidak akan pernah bisa menggapai apa yang Anda cita-citakan.

Mulailah bersosial. Imbangi kegiatan pengembangan diri Anda dengan kegiatan sosial seperti mengobrol, berdiskusi, dan lain-lain. Mulailah bersifat terbuka dengan kritikan serta kesulitan kehidupan yang terus menghantui Anda. Niscaya Anda akan menjadi pribadi yang disukai banyak orang dan disukai Tuhan. Aamiin.


Jadi, apakah Anda masih ingin menyibukkan diri sendiri? Think Again.
baca selengkapnya...

Asal Mula Kata "Cokelat"



Beberapa waktu lalu, ada salah seorang Sahabat Inspiratif yang bertanya,

"Kenapa cokelat sama warnanya sama-sama cokelat?"

Pertanyaan menarik. Pikiran saya pun langsung  melayang-layang berimajinasi,

"Sebenarnya, kata 'cokelat' berasal dari mana? Mengapa cokelat dapat diterjemahkan sebagai makanan, minuman, dan warna?"

Setelah mencari tahu, akhirnya saya mendapatkan jawabannya. Ternyata kata "cokelat" berasal dari abad 15. Bagaimana ceritanya?

Abad 15 adalah pertama kalinya tanaman bernama kakao ditemukan. Awalnya tanaman ini dianggap tidak ada gunanya. Tetapi setelah diteliti lebih lanjut, biji dari tanaman kakao memiliki kandungan yang dapat dikonsumsi manusia.

Akhirnya biji kakao dikirimkan dari negara asalnya (Amerika Tengah) ke benua Eropa untuk diolah menjadi sebuah produk siap konsumsi. Tetapi sayangnya, mereka masih belum paham bagaimana cara mengolah biji kakao dengan baik. Akhirnya mereka mengonsumsi biji tersebut mentah-mentah. Rasanya? Tentu pahit.

Karena rasanya yang pahit, orang-orang Eropa terus berpikir bagaimana cara mengolah biji kakao dengan baik. Akhirnya mereka menemukan sebuah cara baru: dipanaskan.

Ya, biji kakao dipanaskan hingga meleleh lalu dituangkan ke dalam cangkir. Anehnya, meskipun tidak diaduk, lelehan biji kakao tersebut mengeluarkan busa-busa kecil di permukaannya.

Karena keunikan ini, Sang Penjelajah Meksiko itu memutuskan untuk memberi nama minuman ini xocoatl. Kata xocoatl merupakan bahasa Meksiko, xocho yang artinya busa, dan latl yang artinya air.

Tak lama, muncullah ide untuk menambahkan gula ke minuman tersebut agar rasa pahitnya hilang. Ternyata, rasa xocoatl menjadi sangat enak. Saking enaknya, minuman ini diekspor ke luar negeri dan menjadi sangat terkenal dalam waktu singkat.

Karena mendunia, maka perlahan-lahan nama xocoatl pun mulai diubah menjadi Chocolate agar lebih mudah pengucapannya.

Para ahli EYD di Indonesia pun meresmikan untuk menyerap kata asing "chocolate" ke dalam Bahasa Indonesia, menjadi "Cokelat".

Lalu mengapa cokelat juga bisa diterjemahkan sebagai warna?

Ternyata sejak dulu, warna cokelat tidak ada. Warna cokelat dianggap sebagai warna oranye tua. Tetapi karena mendunianya minuman cokelat, warna ini menjadi populer dan akhirnya diresmikanlah sebuah warna baru dengan nama yang sama, cokelat.

Hmm ... Ternyata asal mula kata "cokelat" sangat menarik ya?

Semoga dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Inilah 5 Hewan yang Rentan Mati jika Mengonsumsi Cokelat



Bagi manusia, cokelat dianggap sebagai salah satu makanan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis. Selain membantu menyehatkan jantung, cokelat juga dapat membantu meringankan depresi seseorang.

Tetapi ternyata, bagi beberapa hewan, makanan yang satu ini dapat menjadi racun. Tidak hanya menyebabkan gejala timbulnya gangguan kesehatan, tetapi juga dapat menyebabkan kematian.


Lantas hewan-hewan apa sajakah yang tidak bisa mengonsumsi cokelat?

1. Kucing (Terutama anak kucing)
2. Tikus
3. Anjing
4. Burung Kakak Tua
5. Kuda


Mengapa kucing, tikus, anjing, kakak tua, dan kuda tidak bisa mengonsumsi cokelat? Saya akan jabarkan ulasannya.

Hewan-hewan tersebut ternyata memiliki pencernaan yang berbeda dengan hewan-hewan lain. Pencernaan hewan-hewan ini tidak memiliki kemampuan untuk mencerna senyawa Theobromin. Dan ternyata, senyawa tersebut terkandung dalam cokelat.

Apa yang terjadi jika pencernaan mereka tidak mampu mengolah theobromin? Cokelat akan masuk ke pembuluh darah, lalu mengeras dalam kurun waktu 20 jam. Akibatnya, mereka akan mengalami epilepsi (kejang-kejang), serangan jantung, atau pendarahan.


Apa gejalanya?

Ada beberapa gejala yang dapat menjadi indikator seekor hewan keracunan cokelat, yakni:

  • Kejang-kejang
  • Tubuhnya kaku
  • Terjadi keram otot
  • Nafas cepat
  • Gusi membiru
  • Selalu muntah setiap minum (bahkan bisa jadi muntah darah)
  • Khusus anjing, kucing, dan kuda, hewan-hewan ini akan mengeluarkan air liur berlebih yang tidak wajar
  • Terlihat gelisah
  • Sulit berdiri
  • Terlihat kaku saat berdiri


Apabila sudah menunjukkan gejala-gejala tersebut, bagaimana cara penanganannya?

Anda harus memberikan perhatian yang tanggap. Waktu Anda hanya 24 jam sebelum hewan tersebut mati. Segera bawa ke dokter hewan. Di sana, hewan-hewan yang keracunan akan diberikan hidrogen peroksida agar cokelatnya segera dimuntahkan. Atau, mungkin saja dokter memberikan oksigen secara terus-menerus hingga akhirnya racun dalam tubuh hewan tersebut berhasil terdetoksifikasi (ternetralisir).


Meski penanganan bagi hewan keracunan sudah tersedia, tidak ada salahnya apabila Anda melakukan pencegahan dengan cara memantau makanan apa saja yang dikonsumsi hewan peliharaan Anda. Toh mencegah lebih baik daripada mengobati.


Semoga dapat menambah wawasan Anda, salam Sahabat Inspiratif!
baca selengkapnya...

Astronomi, Masuk IPA atau IPS sih dalam Kurikulum Pendidikan Indonesia?



Penulis: Arief Rizqiyanto Achmad



Bro, mau ikutan olimpiade apa nih?”

“Astronomi, bro!”

“Wah astronomi! Gampang dong, cuma tentang planet sama matahari aja materinya! Itukan pelajarannya IPS”

“IPS darimananya? Soal-soalnya malahan materi fisika sama matematika, bro!”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, itulah kutipan percakapan antara saya dan teman saya dahulu saat kami masih duduk di bangku SMA. Dari judul dan percakapan di atas, mungkin Anda sudah bisa menebak apa yang akan saya bahas kali ini. 

Yap anda benar! Kali ini saya akan membahas astronomi.

Dari percakapan di atas pula Anda bisa menemukan sebuah konflik antara saya dengan teman saya mengenai kedudukan astronomi dalam mata pelajaran di sekolah. Mungkin bukan hanya kami saja yang memperdebatkannya. Anda juga mengalami hal yang sama.

“Astronomi tuh masuk ke pelajaran Ilmu sains atau Ilmu sosial sih?”

Yap, masalah ini cukup menarik untuk dibahas, pasalnya dalam kurikulum pendidikan Indonesia, Astronomi layaknya “gado-gado” karena dimasukkan ke dalam beberapa mata pelajaran berbeda sebagaimana yang dikemukakan teman penulis di fanspage Facebook Forum Astronom Amatir Indonesia bernama Muniif dan kali ini saya akan membahasnya berdasarkan pengalaman yang saya dapat saat masih berada di Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dan kurikulum saat itu masih kurikulum KTSP 2006.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, astronomi layaknya “gado-gado” karena dalam kurikulum pendidikan di Indonesia astronomi berada di beberapa mata pelajaran berbeda. Mengapa? Baik, mari kita flashback kembali ingatan kita saat masih duduk di bangku SD/MI/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat, dan SMA/MA/Sederajat bagi Anda yang sudah melewati masa itu. Bagi anda yang sedang atau akan berada di tahap ini saya harap, artikel ini bisa menambah wawasan Anda.

Saat berada di bangku Sekolah Dasar, di kelas 5 atau 6, astronomi sebenarnya sudah mulai dipelajari saat itu. Astronomi saat itu masuk di mata pelajaran IPA. Materinya adalah pengenalan tata surya dan benda langit serta beberapa peristiwa astronomis seperti rotasi dan revolusi Bumi.

Lalu berlanjut saat berada di bangku Sekolah Menegah Pertama, tepatnya di kelas 9. Anda pasti mempelajari mata pelajaran IPA. Kala itu, astronomi kita pelajari di mata pelajaran tersebut. Materi yang dipelajari saat itu salah satunya tata surya beserta isinya serta peristiwa-peristiwa mengenai astronomi seperti gerhana bulan dan gerhana matahari.

Berlanjut lagi ke masa berikutnya, yaitu di Sekolah Menengah Atas, di kelas 10 dan belum  penjurusan saat itu. Materi astronomi muncul dalam mata pelajaran Geografi. Materi yang dipelajari adalah teori pembentukan tata surya, komposisi dan struktur matahari, bumi, dan benda-benda langit yang lain dan cukup banyak materi hafalannya.

Dari sini saya saat itu beranggapan bahwa di sinilah akarnya mengapa beberapa orang menganggap astronomi termasuk materi IPS. Hal tersebut disebabkan cukup banyaknya hafalan dan ditambah lagi dengan dimasukkannya materi tersebut kedalam mata pelajaran geografi yang termasuk rumpun mata pelajaran IPS. Juga ditambah lagi masa SMA adalah masa yang paling diingat dan dikenang oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Sehingga tak ayal astronomi dianggap materi IPS.

Ketika Anda beranjak ke kelas 11 SMA di jurusan IPA, Anda akan menemui materi astronomi di mata pelajaran yang sangat disenangi anak-anak IPA, Fisika! Dalam mata pelajaran ini astronomi dipelajari di semua bab, contohnya kinematika, mekanika, usaha dan energi, momentum dan impuls, dan fluida. Tak hanya di kelas 11 saja, di kelas 12 pun astronomi masih dipelajari di mata pelajaran fisika, yaitu di bagian materi tentang efek doppler dan relativitas khusus.

Lain lagi apabila anda memilih jurusan IPS saat kelas 11 SMA. Materi astronomi tidak akan anda temui. Semua mata pelajaran yang ada dalam jurusan IPS, tak ada satupun materi yang menyinggung astronomi. Hal yang sama juga akan anda temui di kelas 12 jurusan IPS.

Dari sini, sudahkah Anda mendapatkan polanya? 



Melihat pola diatas, astronomi dalam ilmu sosial hanya mempelajari astronomi secara umum/kasarnya saja. Sedangkan dalam ilmu alam, astronomi dipelajari lebih mendalam. Sebagai contoh, bagaimana Bumi dapat mengelilingi matahari, bagaimana bintang dapat memancarkan cahaya, dan lainnya. Itu dipelajari lebih lanjut dalam ilmu alam. Tidaklah mengherankan karena hal tersebut dapat dijelaskan secara perhitungan dan angka.

Jadi, astronomi itu masuk ke rumpun IPA atau IPS? Pasti anda sudah mengetahui jawabannya.

Akhir kata, apabila anda bercita-cita menjadi seorang astronom profesional, masuklah ke Jurusan IPA (kurikulum KTSP 2006) atau peminatan MIA di SMA (kurikulum 2013) dan senangilah mata pelajaran hitungan seperti fisika, matematika, dan kimia. Lalu lanjutkan studi Anda ke Perguruan Tinggi yang menyediakan jurusan tersebut.



Sumber gambar:


sumber:
http://ktsp.files.wordpress.com/2006/11/geografi.pdf(Silabus Geografi kelas 10-12 SMA)
baca selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sumber Inspirasi. Theme images by AndrzejStajer. Powered by Blogger.