Cara-Cara yang Salah untuk Menunjukkan Kebencian





Agama mengajarkan kepada umat manusia agar tidak saling membenci. Tapi anehnya masih banyak orang yang membenci orang lain. Entah itu karena masalah harta, perilaku, dan masih banyak lagi. Bagi saya hal itu wajar saja, mengingat manusia itu bukanlah mahluk yang sempurna.

Namun ada yang janggal. Saya perhatikan, banyak orang yang menunjukkan kebencian mereka kepada orang lain dengan cara yang salah. Nah, berikut beberapa cara menunjukkan kebencian yang salah.

1. Berbohong

Bagaimanapun ceritanya, berbohong itu salah. Apalagi jika kebohongan itu mengarah kepada keburukan. Memang, terkadang ada rasa senang yang timbul jika Anda berhasil membohongi orang yang Anda benci. Tapi ingat, jika Anda ingin menjadi individu yang bijaksana, maka belajarlah untuk mengontrol emosi Anda. Tetap tenang dan jujurlah!

2. Membully


Anda tahu bully? Di Indonesia, kata bully lebih dikenal sebagai premanisme. Apakah Anda pernah membully orang yang Anda benci? Bully tidak hanya identik dengan kekerasan. Menurut saya korupsi dan pemungutan liar juga termasuk bully. Apakah Anda pernah membully orang yang Anda benci? Saya yakin dalam seumur hidup Anda setidaknya Anda pernah membully orang yang Anda benci sebanyak satu kali.

3. Kekerasan

Kekerasan atau violence juga merupakan cara melampiaskan kebencian yang salah. Kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Anda dan orang yang Anda benci tidak akan pernah menemukan titik temu agar dapat akur. Jadi, jika Anda membenci seseorang, jangan tunjukkan kebencian Anda dengan kekerasan. Itu adalah tindakan bodoh.

4. Mendoakan yang Tidak Baik

Saya juga pernah melihat seseorang yang selalu mendoakan orang yang dibencinya dengan doa-doa yang tidak baik. Saya sangat tidak setuju dengan kelakuan semacam itu. Meskipun Anda membenci seseorang, maka Anda harus tetap memberikan doa yang terbaik bagi orang itu. Niscaya Tuhan akan membalas kebaikan Anda.

 

Jadi, bagi Anda para Sahabat Inspiratif yang kini tengah membenci seseorang, mulailah berkata dalam diri Anda sendiri : "Saya terlalu sibuk mencintai orang yang saya cintai, maka saya tidak punya waktu untuk membenci orang yang saya benci."

Semoga bermanfaat!

1 comments:

  1. wah, jangan sampai kita terjebak menjadi pengikut paham kebencian, karena mereka diajarkan untuk membenci, atau disebut juga dengan AJARAN BENCI

    ReplyDelete

Ada tambahan? Atau ada sanggahan? Silakan utarakan :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sumber Inspirasi. Theme images by AndrzejStajer. Powered by Blogger.