Alasan Mengapa Tidak Boleh Makan Sembari Bersandar



Bagi Anda yang beragama muslim pasti tahu bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Dan janganlah kamu makan sembari bersandar. Sesungguhnya aku tidak makan sembari bersandar". Apa maksudnya?

Pertanyaan tersebut muncul secara tiba-tiba dari dalam kepala saya. Pertanyaan tersebut sempat saya lontarkan ke beberapa penceramah, namun sayang jawaban mereka tidak ada yang bisa membuat saya puas,

"Tidak tahu. Yang jelas makan sembari tidak bersandar itu sunnah Rasul, ikuti saja."

"Saya tidak tahu detilnya, yang jelas makan sambil bersandar tidak baik bagi kesehatan."

"Mungkin karena saat kita bersandar maka makanan jadi sulit ditelan."

Ya, jawaban mereka tidak mendetil dan tidak jelas. Padahal saya yakin, Rasulullah SAW menyunnahkan makan sembari tidak bersandar pasti ada hubungannya dengan kesehatan. Tidak semata-mata ucapan kosong.

Setelah browsing dan mencari referensi kesana kemari, akhirnya saya paham, ternyata makan sembari bersandar itu tidak baik untuk pencernaan manusia.

Pada saat kita bersandar, lambung kita tertarik sehingga permukaannya melebar dan daya tampungnya meningkat. Hal ini menyebabkan kita tetap merasa lapar meski sudah makan. Dan pada akhirnya kita akan makan lagi. Padahal makanan di dalam lambung sudah mencukupi.

Ketika lambung yang tertarik itu terisi penuh oleh makanan, awalnya tidak akan terasa apa-apa. Tetapi bencana akan datang ketika tubuh Anda kembali ke posisi semula (tidak bersandar / punggung tidak condong ke belakang). Permukaan lambung akan kembali seperti semula dan daya tampungnya pun akan kembali seperti semula.

Karena daya tampung lambung berkurang sedangkan makanan di dalamnya tidak berkurang, maka makanan dalam lambung akan terdesak. Keadaan ini biasa kita sebut dengan "kalab", yaitu keadaan dimana lambung kita terasa penuh atau kekenyangan.

Apa efek samping dari kekenyangan tersebut? Baik, berikut saya beberkan beberapa efek samping dari kekenyangan.

  • Makanan yang "berdesak-desakan" di dalam lambung akan sulit untuk turun ke usus halus. Mengapa? Karena saluran pilorus atau saluran antara lambung dengan usus halus tidak akan merenggang meski makanan dalam lambung sangat banyak. Hal ini akan menyebabkan disfungsi pencernaan dimana makanan bergerak terlalu lambat dari organ satu ke organ yang lainnya.
  • Lambung butuh energi lebih untuk mengolah makanan yang melebihi kapasitasnya. Maka lambung akan menyerap energi yang berada dalam otot lurik (otot lengan, otot perut, dll) dan glukosa yang berada dalam pembuluh darah untuk dijadikan otot polos (otot lambung, otot usus, dan otot organ-organ pencernaan yang lainnya). Dikarenakan energi pada otot berkurang, maka Anda akan merasa rileks dan sedikit lemas.
  • Tidak hanya itu, dikarenakan glukosa dalam darah diserap juga, maka darah menjadi lambat dalam penyaluran oksigen. Penyaluran oksigen yang lambat menyebabkan hilangnya konsentrasi bahkan mengantuk.
  • Ketika mengantuk, maka biasanya Anda akan tidur. Nah, sedangkan tidur setelah makan dapat memicu berbagai penyakit. Seperti obesitas, diabetes melitus, dan masih banyak lagi.


Nah, kini Anda sudah tahu alasan mengapa kita tidak boleh makan sembari bersandar kan? Seperti yang saya duga sebelumnya, Rasulullah menyunnahkan manusia untuk tidak makan sembari bersandar pasti ada maksudnya. Dan ternyata memang benar, ada begitu banyak risiko yang akan kita dapatkan jika kita makan sembari bersandar.

Semoga artikel saya kali ini bermanfaat, salam Sahabat Inspiratif!

3 komentar:

  1. terimakasih ilmunya
    ^_^* ijin share ya

    ReplyDelete
  2. @Siti Nuraeni: Share? Boleh, asal jangan di copy-paste ke blog/web pribadi ya :)

    ReplyDelete

Ada tambahan? Atau ada sanggahan? Silakan utarakan :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sumber Inspirasi. Theme images by AndrzejStajer. Powered by Blogger.